WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ada yang aneh pada gelaran festival puisi satu ini. Biasanya puisi yang ditampilkan pasti karya yang indah, puitis dan mempesona. Kali ini festival puisi yang diadakan bertajuk ‘Festival Puisi Jelek’ (FPJ) yang diselenggarakan oleh Art Down Forum pada media sosial Instagram (IG) akun @artdown_forum, dan berlangsung sejak 17 Mei hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Festival bertujuan mengajak publik melihat kembali puisi sebagai praktik yang melebihi bahasa dan berbeda dengan sajak sebagai ekpresi bahasa dan juga aktivasi untuk memantulkan kembali batas praktik menulis sajak dan menulis puisi yang tak hanya terbatas pada ketentuan kata berima (lirisisme) yang ada dalam sajak yang merepresentasikan keindahan bahasa tetapi mungkin dimasukan teks di luar motif keindahan.
Afrizal Malna oengurus Akademi Jakarta mengatakan, “Festival Puisi jelek berpeluang menggerakan ide – ide, memetakan apa saja yang berubah pada diri dan lingkungan kita, memetakan praktik sastra yang mulai berbasis media digital,” ungkapnya Sabtu (29/05/2021).
Perbedaan FPJ dengan festival puisi lain adalah disini diberikan tempat untuk melakukan ekspresi kekinian seperti baper, bucin, cuek, santuy, narsis, dan lainnya dengan beragam metode yakni ‘tempel – gunting, digital kreasi, phisycal distance maupun ansemic writing’ sebagai diagram puisi jelek termasuk merespon fenomena perubahan seni dan sastra dalam ruang virtual berbasis media digital.
Sebagai detox atas perfeksionisme dan membubarkan nilai yang membeku dalam praktik kreatifitas sehingga dipakailah istilah jelek dalam festival ini, “jelek lebih dilihat sebagai detox pada orientasi perfeksionisme yang traumatik. Istilah jelek berpeluang dilihat sebagai metode maupun sebagai strategi, dibandingkan sebagai tujuan atau output. Nalar penciptaan menjadi penting untuk mengukur kerja dekonstruksi dan rekonstruksi dalam festival ini,” kata Afrizal Malna, sastrawan sekaligus penggagas FPJ.
Cara agar dapat mengikuti festival ini yakni dengan mengunggah karya ‘puisi jeleknya’ pada feed akun IG masing – masing dan wajib mention dan tag ke akun @artdown_forum termasuk menyertakan #festivalpuisijelek.
Selanjutnya karya yang diikutkan berkesempatan direpost di feed akun @artdown_forum dan dibagikan pada story IG @malna.a, “iya, jadi setiap orang boleh terlibat dan ikutan mengirim karyanya dalam Festival Puisi Jelek ini. Ada yang penyair, perupa, performer, sampai dosen non seni juga sudah ada yang ikutan. Setiap hari akan ada tiga sampai enam karya yang direpost di akun @artdown_forum,” tutup Syska, seorang perupa dan performer yang juga penggagas Art Down Forum. (Red)
- ABDI MAHASISWA PETRA DAN UBAYA DI MASYARAKAT
- LAYANAN 5G DAPAT DIAKSES DI WILAYAH INI
- EFEK PANDEMI ANAK INI BANTU EKONOMI KELUARGA JUAL DONAT KELILING INI CERITANYA SAAT BERTEMU KHOFIFAH
- WASPADA E TLE DIBERLAKUKAN SIAPA YANG MELANGGAR PASTI KEFOTO INI TITIKNYA
- TAK CUKUP INOVASI KHOFIFAH BILANG ACTION PLAIN TERPENTING DILAKUKAN PELAYAN PUBLIK
- RINGANKAN PETUGAS PEMAKAMAM DI KEPUTIH MAHASISWA UK PETRA CIPTAKAN TROLI RODA TANK
- KARYA SENI AGAR TUNANETRA SEJAJAR DENGAN NORMAL WAKILI INDONESIA HINGGA DI TINGKAT ASIA
- PANDEMI COVID INOVASI TERUS DILAKUKAN KEPALA BIRO KESSOS JATIM BERIKUT PAPARANNYA
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.