Sabtu, 18 April 2026, 19:54
Home / NEWS / HUKUM / PENCURI MOTOR TEWAS DITEMBAK KORBANNYA
Pelaku Saat Sebelum Dibawa Ke RSUD Dr Soetomo. Sumber Foto: Istimewa

PENCURI MOTOR TEWAS DITEMBAK KORBANNYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Seorang pencuri motor bernama Abdul Aziz tewas saat beraksi di Jalan Simorejo, Suko Manunggal, Surabaya, Rabu (05/07/2017). Bukan ditembus peluru polisi, tapi pelaku terkapar setelah ditembak korban.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, korban adalah Mayor Tunggul Waluyo, anggota dari Kopaska TNI AL.

Dari kesaksian korban, polisi mendapatkan informasi jika pelaku berjumlah tiga orang.

Aksi pencurian ini diketahui pertama kali oleh istri tunggul dari lantai dua rumah mereka. Tunggul pun menghampiri pelaku sambil membawa pistol. Dia berteriak dan pelaku kabur sambil mengacungkan pistol.

Merasa terancam, tunggul pun melepaskan tembakan sebanyak tiga kali.

“Ada dua pelaku yang kena tembak, tapi satu tewas ditempat. Pelaku lainnya kabur,” ujar Shinto Silitonga, Rabu (05/07/2017).

Kepada polisi Tunggul mengaku terpaksa menembak karena diancam dengan pistol.

Dari lokasi, polisi mengumpulkan beberapa barang bukti. Barang bukti tersebut adalah sepeda motor Honda Vario warna hitam dengan nopol N 6536 HG milik pelaku dan sepeda motor Honda Beat dengan nopol L 3605 WM milik korban.

Kasatreskrim Polrestabes AKBP Shinto Silitonga Saat Berada Di Rumah Tunggul. Sumber Foto : istimewa

Barang bukti lain yang diambil dari pelaku adalah air softgun beserta peluru, pisau panjang, kunci T, kunci L dan sepasang sandal berlumur darah.

Shinto juga mengatakan pelaku bernama lengkap Abdul Aziz alias Sabrang, warga Jadih, Socah, Bangkalan, Madura. Dari catatan kepolisian, Aziz merupakan orang yang diburu petugas karena mencuri mobil L 300 sejak awal 2016.

“Ada 88 laporan kejahatan Aziz ditangan kami. Dia sudah mencuri mobil L 300,” kata Shinto.

Shinto menambahkan, Aziz merupakan teman Abdurrahman Soleh alias Qubaisy alias Sadeng saat melakukan kejahatan. Soleh sendiri sudah ditembak mati pada September 2016 lalu.

“Aziz dan Sadeng pernah terlibat baku tembak dengan polisi di Jembatan Suramadu pada Agustus 2016 lalu,” ucap Shinto. (Anggun)

Check Also

BEGINI HASIL AKHIR KONGRES LUB PERADRI

WAGATABERITA.COM – MAKASSAR. Kongres Nasional Luar Biasa (KNLB) Perhimpuan Advokat Republik Indonesia (PERADRI) akhirnya berhasil …