Senin, 20 April 2026, 1:42
Home / NEWS / HUKUM / EFEK CARNOPHEN SEPERTI NARKOBA DAN SUDAH MEMAKAN KORBAN
Siti Amanah, Kepala Seksi Penyidikan Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan Surabaya. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

EFEK CARNOPHEN SEPERTI NARKOBA DAN SUDAH MEMAKAN KORBAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA Kepala seksi penyidikan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Surabaya, Siti Amanah mengatakan, Carnophen merupakan obat anti depresi.

Tapi karena jenis obat keras dan sering disalahgunakan, obat ini dicabut izin edarnya oleh pemerintah sejak 27 Oktober 2009.

“Kami akan memeriksa obat ini, palsu atau asli. Sebab obat ini sudah tidak diproduksi lagi,” ungkap Amanah di halaman kantor reskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (18/07/2017).

Amanah menjelaskan, jika dikonsumsi sesuai aturan dokter, Carnophen berfungsi melemaskan otot tubuh dan anti depresi.

“Tapi kerap disalahgunakan, terutama oleh para nelayan di pantura. Seperti di Lamongan dan Tuban,” ungkap Amanah.

Para nelayan meminum obat ini agar tidak ngantuk dan meningkatkan daya tahan tubuh.  Sebab selama mencari ikan di tengah laut,  mereka tidak boleh mengantuk dan butuh stamina yang kuat.

“Menunggu di tengah laut membosankan dan membuat stres. Makanya mereka minum obat itu,” lanjut Amanah.

Para nelayan biasa membeli obat ini sudah dalam kemasan plastik klip. Satu kantung plastik berisi 10 butir dan harganya sekitar Rp 25 – 30 butir. Sekali minum, nelayan bisa menghabiskan 10 butir.

“Obat ini seperti narkoba. Bisa membuat pemakainya ketagihan,” ujar Amanah.

Jika sudah kecanduan, pengguna akan mengalami mata merah.

“Kalau sudah over dosis, pemakai akan gemetaran dan jalannya sempoyongan,” lanjut Amanah.

Amanah mengatakan, jika digunakan dalam waktu lama akan berpengaruh ke jantung,  tremor ( tangan bergetar ) dan tak bisa dikendalikan.

Yang membuat Amanah miris, BPOM pernah menerima laporan jika ada anak SD di Tuban yang meninggal karena over dosis Carnophen.

“Tahun 2015 kami pernah menemukan 35 ribu pil Carnophen di Tropodo, Sidoarjo. Kami ingin bekerjasama dengan kepolisian untuk memberantas pil ini,” ungkap Amanah.

Diakui Amanah, memang sulit membuktikannya. Sebab pil ini kerap dibungkus ulang dengan logo bermacam –  macam. Di Kalimantan, pengedar sering menggunakan gambar pagar, panda merah dan hitam untuk mengelabui petugas.  (Anggun)

Check Also

KONDISI PERADRI SETELAH DITINGGAL KETUM NYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perhimpuan Advokat Republik Indonesia ( PERADRI ) merupakan salah satu organisasi advokat …