
WAGATABERITA.COM – SIDOARJO. Setelah terjadi dua kecelakaan perahu penyeberangan di wilayah Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo akhirnya Kaposek Balongbendo Sidoarjo, Kompol Sutriswoko mengeluarkan himbauan agar semua kegiatan perahu penyeberangan di wilayah hukum Polsek Balongbendo dihentikan.
“Instruksi ini dari Kapolres agar perahu tambang berhenti beroperasi dulu. Dikhawatirkan akan terjadi kecelakaan dan jatuh korban lagi. Dari pantauan di lapangan, semuanya tidak memenuhi standar keselamatan,“ kata Sutriswoko melalui telepon pada Minggu (16/04/2017).
Himbauan ini berlaku sejak Minggu, 16 April. “Nanti kami akan mengumpulkan warga yang punya usaha perahu penyeberangan untuk mensoaialisasikan standarsisasi perahu penyeberangan,” ujarnya.
Dijelaskan Sutriswoko, ada enam jalur penyeberangan perahu dari wilayah Balongbendo, Sidoarjo ke wilayah Wringinanom, Gresik yang kondisi perahunya tidak layak. Hanya ada satu yang layak dan aman. “Kami belum tahu sampai kapan instruksi ini diberlakukan,“ kata Sutriswoko.
Dengan ditutupnya enam jalur penyeberangan tersebut, warga harus memutar jalur sejauh sekitar 1 km melalui Legundi. Kalaupun memaksa menggunakan perahu penyeberangan, mereka harus antri.
Rata – rata biaya penyeberangan untuk satu orang seribu rupiah, sedangkan untuk satu orang dengan satu sepeda motor dipungut dua ribu rupiah. Sementara itu, sampai berita ini ditulis, jenazah Susriasih masih belum ditemukan. Tim SAR masih menyisir di beberapa titik sungai Kalimas yang diduga jenazah korban menyakut. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.