Selasa, 23 Oktober 2018, 20:46
Home / EKONOMI / PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA UMUM MEMBAIK
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartato (Baju Putih) Menyaksikan Pendatanganan Kerjasama Antara ITS Dan Kementerian Peridustrian Yang Dilakukan Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana. Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

PEREKONOMIAN INDONESIA SECARA UMUM MEMBAIK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perekonomian Indonesia secara umum saat ini membaik, begitu pula investor asing masih percaya bahwa perekonomian Indonesia terus memperlihatkan kecenderungan lebih baik.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengatakan itu saat menjawab pertanyaan wagataberita.com, usai memberi kuliah umum di Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (17/04/2017).

Salah satu contoh bahwa investor asing masih percaya Indonesia, kata Airlangga, hadirnya industri smelter nikel di sejumlah daerah di tanah air, dimana dibangun para investor asing.

Dia mengatakan pembangunan pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Morowali saat ini telah mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di daerah itu cukup fantastis. Baik Kabupaten Morowali maupun Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

‘’Pertumbuhan ekonomi Morowali mencapai 60 persen. Itu tertinggi di seluruh Indonesia,‘’ ujar Airlangga Hartaro, lalu menambahkan indutri pemurnian nikel di Morowali, juga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah yang saat ini mencapai 15 persen.

‘’Ini terjadi karena Bupati dan Gubernurnya baik. Memberi kemudahan bagi investor asing,‘’ tandasnya.

Meski demikian, tidak semua daerah yang membangun smelter nikel berjalan baik. Di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra) yang merupakan daerah tetangga dari Morowali, pembangunan smelternya, masih bermasalah. Justru berbanding terbalik dengan Morowali. Itu disebabkan Bupatinya tidak memberikan dukungan maksimal.

‘’Bupatinya tidak baik, berseberangan dengan Gubernurnya,‘’ ujar Airlangga dihadapan civitas Akademika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Namun kedepan, kata Airlangga, pembangunan smelter di Konawe Utara akan diteruskan dan sudah ada hasil pembicaran dengan pemerintah setempat. Sebab, potensi produksi nikel yang akan dihasilkan di Konut cukup besar mencapai 1,5 – 2 juta ton metrik nikel. Sedangkan di Morowali saat ini mampu memproduksi 2 – 3 juta ton metrik nikel.

Selain di Morowali dan Konut, juga industri semelter yang sudah terbangun, namun belum berproduksi adalah di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Terkait kisruh mengenai tenaga kerja asing di sejumlah industri pemurnian nikel, kata Airlangga, tidak menjadi masalah lagi. ‘’Sudah tidak masalah, mereka hanya datang pada saat pembangunan industri smelter, setelah pembangunan selesai, mereka pulang ke negaranya masing – masing. Pekerja di industri smelter sekarang ini, sudah penduduk lokal dan dari berbagai daerah di Indonesia,‘’ ujarnya. (Haludin ma’waledha)

Check Also

JANJI IKUTI KEGIATAN WARGA KRUKAH, CAK YUHAS NAIK SEPEDA MOTOR AGAR TAK TERLAMBAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Anggota TNI dikenal tepat waktu dan tepat janji disiplin pada semua kegiatannya dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *