Rabu, 24 Oktober 2018, 8:38
Home / ENTERTAINMENT / EVENT / REMAJA SUKU TENGGER BERADU PERAGAAN BUSANA MANTEN PERINGATI HKN
Para Peserta Peragaan Busana. Sumber Foto : Zulkiflie

REMAJA SUKU TENGGER BERADU PERAGAAN BUSANA MANTEN PERINGATI HKN

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Semangat Kebangkitan Nasional tahun 2017, diungkapkan dengan cara unik oleh sejumlah remaja Suku Tengger, yang tinggal di lereng pegunungan Bromo kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, Selasa (23/05/2017).

Mereka, menggelar peragaan busana dengan tema Manten Tengger, di areal kantor kecamatan setempat. Busana Manten Tengger, merupakan busana yang kerap dikenakan warga Suku Tengger, saat melakukan acara sakral seperti pernikahan.

Prosesi kegiatan, diawali dengan merias wajah para remaja Suku Tengger yang ikut peragaan busana. Tiap peserta dirias wajahnya dengan sanggul di kepala, dan pakaian kebaya yang merupakan simbol, kebiasaan adat orang Jawa.

Peragaan busana Manten Tengger, dibuka dengan lantunan musik Qasidah, ditampilkan oleh warga Suku Tengger yang beragama muslim.

Peserta Peragaan Busana. Sumber Foto : Zulkiflie

Memasuki acara inti, para remaja Suku Tengger yang telah dirias cantik nan elok dipandang, satu – persatu langsung berlenggak – lenggok di atas Cat Walk, tanpa rasa canggung dan malu. mereka menampilkan beberapa pose, layaknya bak peragawati profesional.

“Saya senang ikut dalam kegiatan ini, karena bisa turut serta melestarikan pakaian adat suku tengger. ya sempet susah sih jalannya, karena jarik yang dikenakan cukup sempit, jadi posenya mesti hati – hati,” ungkap Geovana Maydina Labayi, peserta peragaan busana.

Lokasi Cat Walk, yang berada di pelataran rumah tua bekas peninggalan Belanda, menambah kesan jadul pada peragaan busana Manten Tengger ini.

Camat Sukapura, Yulius Christian menyampaikan, selain memperingati Hari Kebangkitan Nasional, peragaan busana Manten Tengger, juga bertujuan memperkuat rasa kebanggsaan, dan mempererat Kebhinekaan, disamping pelestarian adat budaya leluhur.

“Saya harap, gelaran ini bisa meningkatkan kecintaan warga jawa khususnya suku tengger, agar terus melestarikan warisan adat leluhurnya. Seperti pemakaian sanggul, yang mana saat ini kian luntur, akibat banyaknya pengaruh budaya asing,” terang Yulius. (Zulkiflie/Dir)

Check Also

70 PETINJU AMATIR SE – JATIM ADU SKILL DI KEJUARAAN BUPATI CUP PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo bekerja sama Pengkab Pertina, menggelar “Bupati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *