Sabtu, 13 Juni 2026, 22:06
Home / NEWS / REKTOR ITS : KETERSEDIAAN AIR LAYAK DI JAWA MENDEKATI KRITIS
Ilustrasi Foto Sungai Di Pulau Jawa. Sumber Foto : Google

REKTOR ITS : KETERSEDIAAN AIR LAYAK DI JAWA MENDEKATI KRITIS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Rektor ITS Surabaya, Joni Hermana mengungkapkan jika ketersediaan air layak di Jawa saat ini mendekati kondisi kritis. Keadaan ini menyangkut ketersedian dan kebutuhan (supply and demand) air di Jawa. Menurutnya, kebutuhan air layak masyarakat Jawa mencapai 0,4%. Artinya perbandingan antara kebutuhan dengan ketersediaan air di Jawa adalah 4 : 10.

Meskipun secara kasat tidak terlalu banyak, Joni menilai komposisi perbandingan tersebut tidak seimbang. “Yang disupplay 10 yang dibutuhkan 4, sebetulnya masih banyak, tapi itu kan hanya rata-rata dalam setahun, sehingga harus dipertimbangkan juga ketika musim hujan dan kemarau berbeda kondisinya,” terangnya.

Pada waktu musim hujan, jumlah ketersediaan air melimpah, sehingga kebutuhan air hanya berada diangka 0,2%. Sedangkan di musim kemarau, jumlah ketersediaan air menipis dengan kebutuhan yang meningkat menjadi 0,7 – 0,8%. Bahkan pada musim kemarau berkepanjangan, angka kebutuhan air bisa mencapai 1 : 1.

“Seharusnya pada musim hujan, begitu air turun langsung ditampung di cadangannya air dalam tanah.Tapi sekarang enggak, begitu jatuh air terbuang 70% begitu saja. Hanya 30% nya saja yang tertampung. Padahal idealnya itu terbalik,” ungkap Joni.

Sementara itu persoalan menyangkut air juga bukan hanya dari sisi kuantitas, melainkan juga kualitas. Dirinya menilai jika hampir semua sungai besar sumber air di Indonesia dalam kondisi baku mutu (tercemar). Hal itu dikarenakan banyaknya limbah pabrik yang dibuang begitu saja ke sungai.

Jika terus dibiarkan, pencemaran air akan semakin menambah biaya pemerintah untuk mensterilkan sungai kembali. Untuk itu perlu adanya komitmen dari industri untuk melaporkan hasil uji pengukuran komparameter air di titik operasional industri bekerja.

“Seharusnya tiap industri itu memiliki dokumen AMDAL. Disitu ada pernyataan dilakukan pengukuran komparameter ARC di titik operasional, dan dilaporkan setiap 2 – 3 bulan sekali ke Badan Lingkungan Hidup,” tandasnya. (Nur Rizki Utomo Putri)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …