WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kementerian Agama (Kemenag) Surabaya akan tunda keberangkatan calon jamaah haji resiko tinggi. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor KementerianAgama (Kemenag) Kota Surabaya Haris Hasanudin.

“Jadi Insya Allah bagi jamaah memiliki resiko tinggi akan dipending dulu berangkatnya sampe sudah dinyatakan lebih siap. Kalau toh ada yang ditunda itu ya ditunda sejak awal,” terangnya saat ditemui di Islamic Center Surabaya.
Aturan tentang penundaan jamaah resiko tinggi diungkap oleh Hasan telah diatur oleh pemerintah. Pemerintah menganstisipasi bahaya calon jamaah resiko tinggi berdasarkan rekomendasi kesehatan mereka tim medis.
- SANTRI PROBOLINGGO BERSIH – BERSIH PAKU POHON
- SAMBUT UNBK, RIBUAN PELAJAR DAN SANTRI SURABAYA GELAR DOA BERSAMA
- TANGGULANGI ABRASI, PULUHAN SANTRI PROBOLINGGO TANAM RIBUAN BIBIT MAGROVE
- SANTRI KUASAI BAHASA MANDARI, PUKAU RIBUAN WARGA TIONG HUA
- Meski Diguyur Hujan,Santri Darul Ulum Kepuh Doko Peringati I Muharram
Tahun ini di Surabaya sendiri tercatat sebanyak 50 jamaah resiko tinggi. Sebagian besar jamaah resiko tinggi memiliki riwayat penyakit kronis atau telah berusia lanjut.
“Di Surabaya tercatat ada calon jamaah usia lanjut diatas 80 tahun, tapi hasil tim medis masih baik, jadi kami berangkatkan. Tahun ini jamaah usia lanjut diatas 70 tahun dari Surabaya ada sekitar 50,” jelasnya.

Salah satu calon jamaah haji usia lanjut adalah Sunarti (61). Meskipun telah menderita alzeimer, perempuan yang berangkat bersama anaknya, Zubaidah Santoso itu tetap semangat beribadah. Zubaidah sendiri mengungkapkan meskipun harus dirawat jalan, ibunya tetap semangat menjalankan ibadah Haji.
“Persiapannya lebih ke jasmani, memberi multivitamin, obat – obatan, dan menjaga stamina saja,” terang perempuan asal Surabaya yang tinggal di Mojokerto itu. (Nur Rizki Utomo Putri)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.