WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kepada awak media, Siti Soleha mengaku membuat uang palsu dengan print komputer di kertas HVS. Dia menggandakan di tempat kosnya di Burneh, Bangkalan, Madura.
Setelah jadi, dia menempelkan pita pengaman yang terbuat dari kertas kado warna ungu.
“Setelah jadi uang diprint lagi sesuai keperluan lalu digunting,” terang Siti.
Jika dilihat sekilas, hasil cetakan Siti tersebut terlihat jelek. Warna yang tercipta kurang sempurna dibandingkan dengan uang asli.
Saat diraba, uang palsu tersebut terasa halus, tidak seperti uang asli yang kasar.
Siti mengaku terpaksa karena gajiannya sebagai pemandu lagu tidak mencukupi Apalagi kafe tempatnya bekerja menjadi purel di Jalan Kapasari tutup.

Dia belajar membuat uang palsu di Jakarta dan pernah ditangkap polisi. Di Surabaya dia mengedarkan uang palsu sejak bulan Ramadhan yang lalu.
“Selama ini uangnya untuk bayar utang. Yang dicetak sudah lebih dari 50 juta,“ aku Siti.
Untuk membantu aksinya, Siti mengajak dua temannya bernama Tuni (50), warga Surti Kunti 1 Sidotopo serta Mala (49), warga Bulak Rukem 7 Surabaya,
Siti mengaku mengedarkan uang palsu di pasar tradisional di Surabaya dan Bangkalan Madura karena kebanyakan pedagang di tempat tersebut kurang teliti dan tidak punya alat pendeteksi uang palsu. (Anggun)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.