WAGATABERITA.COM – MUNA. Pencalonan L.M. Rusman Emba sebagai Gubernur Sultra menuai sorotan. Rusman yang juga adalah Bupati Muna itu, disorot oleh segelintir orang yang juga adalah para pendukung dan simpatisan pada Pilkada Muna 2016 lalu.
Dengan mengangkat tagline “Peradaban Baru” dalam pencalonannya di Pilgub Sultra nanti, banyak orang yang belum memahami maknanya, sebab dianggap Bupati Muna belum menjawab amanah rakyat atas hasil Pilkada Muna 2016 yang lalu. Dia semestinya konsen di Muna hingga periode 2017 – 2022.
Kendati demikian, sorotan tagline Peradaban Baru itu, dapat dimaknai dan di jelaskan oleh salah satu pengurus DPD PDI Perjuangan Sultra Laode Ota. Ini dimaksudkan agar seluruh masyarakat Sultra mengetahuinya yang dimaksud dengan Peradaban Baru itu.
Kata La Ode Ota, tagline Peradaban Baru itu akan berefek global. Karena kata Peradaban itu adalah istilah lama dan dapat diartikan sebagai perbaikan pemikiran, perbaikan tata krama dan sopan santun yang memiliki tiga faktor utama yakni sistem pemerintahan, sistem ekonomi rakyat dan sistem Iptek. Sementara kata Baru belum ada sebelumnya, sehingga jika di terjemahkan bahwa tagline Peradaban Baru itu dapat kita artikan adalah sebuah perbaikan pemikiran, perbaikan tata krama dan perilaku sopan santun dalam berdemokrasi untuk terwujudnya perbaikan sistem pemerintahan, sistem ekonomi serta ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat Sultra yang tidak ada sebelumnya.
“Peradaban Baru dalam terminologi demokrasi, bisa juga diartikan sebagai lahirnya figur pemimpin muda di Sultra yang belum ada sebelumnya,” kata Laode Ota kepada wagataberita.com.
Penjelasan pemimpin muda dalam demokrasi dengan tagline “Peradaban Baru,” kata Pengurus PDIP Sultra itu adalah figur muda yang memiliki delapan karakteristik atau dengan ciri – ciri umumnya memilik karir politik yang paripurna, ada trust public, memiliki keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, memprioritaskan persatuan dan solidaritas, dan jiwa yang bebas, serta Idealisme yang tinggi.
“Peradaban lahir dari proses kebudayaan yang memiliki kepemimpinan sosial politik. Sedangkan pembangunan adalah transformasi sosial, ekonomi, dan budaya, yang di wujudkan melalui sistem pemerintahan, sistem ekonomi dan ilmu pengetahuan, yang di dalamya ada kepemimpinan,” katanya.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa banyak pendapat ahli tentang peradaban, antara lain Hungtinton yaitu peradaban suatu identitas terluas dari budaya seperti bahasa, agama, sejarah, kebiasaan. Ada juga peradaban A.Weber, yaitu peradaban pengetahuan praktis dan intelektual, dan masih banyak lagi lainnya. Begitupula pada Peradaban Islam yang asal katanya dari kata adab yang dapat dimaknai dalam kata al – khadlarah al – islamiah atau al -madaniyah al – islamiyah yang mengandung pengertian tata krama, perilaku atau sopan santun, yang direalisasikan dari waktu ke waktu dalam realitas politik ekonomi, dan sosial.
“Peradaban adalah apa yang kita pergunakan atau suatu pencapaian tercermin pada politik praktis, ekonomi, iptek, perilaku, tata krama, pelaksanaan hukum dan perundang – undangan. Sehingga tepatlah kitanya, seorang figur pemimpin yang memiliki tagline “Peradaban Baru,” untuk melakukan perubahan sistem pemerintahan, ekonomi dan iptek dengan memiliki tata krama, perilaku sopan satun untuk di wujudkannya sebagai capaian yang tidak ada sebelumnya di Sultra,” tuturnya.
Bupati Muna, LM Rusman Emba walau mencalonkan diri sebagai Cagub di Pilgub Sultra 2018 mendatang, dirinya tetap konsisten atas tanggung jawab dan janji – janjinya terhadap masyarakat Muna dalam melaksanakan pembangunan di daerah yang di pimpinnya kurang lebih setahun itu.
Amatan wagataberita.com, di beberapa titik wilayah seperti halnya di Kecamatan Duruka, proses pelebaran jalan telah dilakukan, begitu pula di kecamatan Kabawo di Desa Bente dan Lamanu, pengaspalan jalan sudah mulai dilakukan oleh Bupati Muna LM Rusman Emba. Kedua jalan tersebut belum pernah tersentuh oleh pemerintahan sebelumnya. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.