WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Mahasiswa diminta agar tidak mudah terasuki faham – faham radikalisme karena itu harus tetap berpegang teguh pada ideologi bangsa yakni Pancasila.
Ajakan itu disampaikan mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As’ad Ali saat melakukan orasi ilmiah pada penerimaan mahasiswa baru di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Rabu (02/08/2017).
Faham radikalisme kali ini hangat dibicarakan di setiap elemen masyarakat. Pasca dibubarnya Ormas yang dinilai bertentangan dengan ideologi bangsa dan terindikasi faham radikalisme menjadi problem tersendiri bagi kalangan kampus.
Itu sebabanya, dalam acara pengukuhan dan penerimaan mahasiswa baru, UNAIR mengundang mantan Waka BIN RI As’ad Ali.
Pada kesempatan itu As’ad Ali memberikan orasi dan pemahaman mengenai kewaspadaan paham gerakan radikalisme dan komunisme guna memperkokoh NKRI.

Kepada wartawan As’ad mengatakan akan pentingnya kembali ke nilai – nilai Pancasila “Saya utamanya menanamkan jiwa Pancasila. Kita harus punya keyakinan bahwa kalau di dalam diri kita punya jiwa Pancasila maka itu (faham radikal) akan tertangkal sendiri,” ungkapnya Rabu (02/08).
Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa, ratusan bahasa, sekian agama. Ini bisa menyatu menjadi satu Negara. Bahwa kalimat yang menyatukan adalah Pancasila. “Apabila ini tidak diilhami dengan bener maka mudah dimasuki.” tandasnya. (Syamsul Arifin/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.