Rabu, 24 Oktober 2018, 8:10
Home / EKONOMI / DISEMINASI KEBIJAKAN DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG
Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti Di Room Crystal lantai 3 Hotel Garden Palace Surabaya, Jumat (11/08/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

DISEMINASI KEBIJAKAN DISTRIBUSI TIDAK LANGSUNG

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup baik di Indonesia. BPS mencatat pada kwartal I tahun 2017 tumbuh sebesar 5,37%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional hanya sebesar 5,1%. Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur di Jatim, juga terus digenjot, seiring dengan meningkatnya volume perdagangan yang berdampak pada pertumbuhan perekonomian setempat.

Ini dipandang perlu untuk melakukan kegiatan Workshop Kebijakan di Bidang Usaha Perdagangan dan Diseminasi Kebijakan Distribusi Tidak Langsung
di Provinsi Jawa Timur, tutur Tjahya Widayanti, Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan di Room Crystal lantai 3 Hotel Grand Palace Surabaya, Jumat (11/08/2017).

Kementerian Perdagangan telah mendelegasikan kewenangan beberapa penerbitan perizinan dan non perizinan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota antara lain SIUP, TDP, SIPW dan IUTM. Pendelegasian tersebut sebagai wujud efisiensi pelaksanaan birokrasi dalam pelayanan perizinan dan non perizinan.

Sebagai acuan bagi Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan proses perizinan dan non perizinan di bidang perdagangan, maka Kementerian Perdagangan telah menetapkan kebijakan tentang persyaratan, biaya dan waktu penerbitan bagi masing – masing perizinan dan non perizinan tersebut.

Kontribusi sektor ritel juga telah ikut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dari sisi kegiatan perdagangan eceran maupun dari kontribusi terhadap konsumsi domestik.

Data yang ada Perdagangan Besar Eceran memberikan kontribusi dalam total Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 15,24 persen, sedangkan konsumsi domestik memberikan kontribusi 56,5 persen dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan sektor ritel di Indonesia sejak tahun 2014, kata dia, mengalami pertumbuhan menurun walaupun tetap tumbuh positif. Pada tahun 2016 tumbuh 7,7 persen turun dibandingkan tahun 2015 sebesar 11,6 persen.

Perpres No. 112 tahun 2007, menyebutkan, Toko Modern wajib melakukan kemitraan dengan UMKM. Ini bertujuan untuk menciptakan ekonomi yang berkeadilan dan pemerataan ekonomi yang lebih Iuas terutama kepada UMKM. Adapun bentuk kemitraan tersebut antara Iain Toko Modern berkewajiban menampung produk UMKM. Kemitraan ini termasuk dalam bentuk kerjasama pemasaran dan pasokan produk.

Kerjasama pemasaran dapat dilakukan dalam bentuk memasarkan barang hasil produksi UMKM yang dikemas atau dikemas ulang dengan merek pemilik barang, merek Toko Swalayan atau merek lain yang disepakati. Pasokan produk dengan mengutamakan produk UMKM sepanjang memenuhi standar Toko Modern. Kedua, Trading yang fair. Ketentuan persyaratan Perdagangan antara Pemasok dengan Toko Swalayan dan ketentuan biaya – biaya yang dapat dikenakan kepada pemasok. Ketiga, Toko Modern berkewajiban dalam stabilisasi harga. Terkait upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, ini mulai berlaku tanggal 10 April 2017 lalu dengan kebijakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) seperti komoditas gula sebesar Rp 12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000/liter dan daging beku Rp 80.000/kg. Ini berlaku juga di ritel modern atau toko Swalayan.

Dia, menambahkan, Kementerian Perdagangan mulai awal tahun 2017 telah menerapkan sistem online perizinan, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 86/M-DAG/PER/12/2016 tentang Ketentuan Perizinan di Bidang Perdagangan Secara online dan Tanda Tangan Elektronik.

Karena itu para pelaku usaha dapat melakukan pengurusan perizinan dimana pun dan kapan pun, tanpa perlu datang langsung ke kantor pusat Kementerian Perdagangan di Jakarta.
(Endri Soedarto/Halu)

Check Also

JANJI IKUTI KEGIATAN WARGA KRUKAH, CAK YUHAS NAIK SEPEDA MOTOR AGAR TAK TERLAMBAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Anggota TNI dikenal tepat waktu dan tepat janji disiplin pada semua kegiatannya dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *