Minggu, 19 April 2026, 5:48
Home / TRAVEL / FOOD STORY / ATASI KELANGKAAN GARAM, PT GARAM IMPOR DARI AUSTRALIA

ATASI KELANGKAAN GARAM, PT GARAM IMPOR DARI AUSTRALIA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Atasi kelangkaan garam dalam negeri, pemerintah Indonesia mengimpor garam melalui PT (Persero) Garam sebanyak 75 ribu ton dari Australia. Garam ini akan didistribusi ke sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Direktur Keuangan PT (Persero) Garam Anang Abdul Qoyyum mengatakan itu saat meninjau kedatangan garam impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Sabtu (12/08/2017).

Garam yang masuk melalui Tanjung Perak Surabaya Sabtu (12/08) pagi itu sebanyak 27.500 ton garam baku impor dari Australia.

Kata Anang, garam impor yang masuk ke pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini merupakan penerimaan garam impor dari Australia tahap kedua, setelah tahap pertama tiba Kamis (10/08) dini hari di pelabuhan Ciwandan, Banten dengan menggunakan kapal MV Eco Destiny sebanyak 25 ribu ton dan tahap ketiga nanti, akan tiba di pelabuhan Belawan, Medan pada tanggal 21 Agustus 2017 sebanyak 22.500 ton.

Dia menambahkan, garam impor PT Garam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam di tanah air, terutama pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Garam impor yang masuk melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 27.500 ton menggunakan kapal MV Golden Kiku itu akan disebar ke sejumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat.

Anang Abdul Qoyyum bersama jajarannya dan sejumlah wartawan mengunjungi dan meninjau langsung kedatangan garam impor itu.

“Garam impor yang kami turunkan di Surabaya ini akan menyasar IKM di wilayah Jatim, Jateng dan beberapa IKM yang ada di Kalimantan Barat. Kemudian akan diproses dan dijual di pasaran,” tandas Anang, lalu menambahkan, sementara garam impor yang masuk di Pelabuhan Cuwandan, Banten akan dibagikan ke IKM Jawa Barat, Banten dan DKI Jakarta. Sementara yang akan masuk ke pelabuhan Belawan Medan akan menyasar IKM di wilayah Sumatera dan sekitarnya.

Karena itu, kata Anang, PT Garam Indonesia saat ini sedang mendata sejumlah IKM yang ada di daerah tersebut agar tidak ada IKM abal – abal yang menerima garam impor Australia.

Dia mengharap, masuknya garam impor dari Australia ini, secara berangsur akan menekan harga garam di pasaran, khususnya di daerah tersebut yang harganya sudah mencapai Rp 4.500 – Rp 5.000/kg.

Garam impor yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak akan diturunkan dan disimpan terlebih dahulu di gudang PT Garam di Surabaya, setelah itu akan didistribusikan ke IKM, kata Hartono, Sekretaris PT Garam. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO