Sabtu, 18 April 2026, 17:41
Home / EKONOMI / PAKDE KARWO AJAK BANK AUSTRALIA KERJASAMA LOAN AGREEMEN

PAKDE KARWO AJAK BANK AUSTRALIA KERJASAMA LOAN AGREEMEN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menawarkan kerjasama optimalisasi pemanfaatan bahan baku Australia. Alasannya, selain memiliki stok bahan baku yang melimpah, letak geografis Australia sangat dekat dengan Jatim. Melalui kerjasama ini, maka biaya khususnya ongkos transportasinya menjadi lebih hemat dibanding Jatim  mengimpor dari negara lain.

Hal itu disampaikan Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur jatim saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (25/09/2017).

Ditambahkan, Jatim masih kekurangan bahan baku, bahkan impor bahan baku mencapai 50%. Karena itu, Jatim ingin bekerjasama dengan Australia untuk lebih cepat dan efisien. Australia berinvestasi di Jatim, nilai tambah atau added value bisa segera dilakukan disini karena pasar besar Jatim, serta sekaligus sebagai hub Indonesia Timur.

Jatim, lanjut Pakde Karwo, merupakan daerah agro sehingga proses industri agro menjadi bagian penting di kelompok petani. Sementara, Australia merupakan negara yang sangat berpengalaman di bidang agro dan ketersediaan bahan baku sangat melimpah. Dengan demikian, kerjasama ini diyakini akan membawa dampak positif bagi dua belah pihak.

“Untuk merealisasikan kerjasama ini, agar segera dibuat list bahan-bahan baku yang dibutuhkan Jatim dan tersedia di Australia, disusun time line, dan diskusi business,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Pakde Karwo juga mengajak Australia untuk bekerjasama di bidang perbankan untuk memberikan stimulus kredit murah UMKM di Jatim melalui metode loan agreement. Skemanya, dana dari Bank Australia akan di-bridging-kan dengan Bank Jatim untuk disalurkan kepada sektor UMKM.

Metode tersebut telah dilakukan oleh Pemprov Jatim, dimana APBD Pemprov di-bridging – kan kepada Bank Jatim dengan bunga 2% per tahun, kemudian Bank Jatim berperan menjadi APEX Bank bagi BPR-BPR di Jatim dengan suku bunga kredit efektif sebesar 6% per tahun, lalu BPR diperkenankan menyalurkan dana kepada UMKM dengan bunga 7 – 9% per tahun.

Menurutnya, sektor UMKM harus dibela karena mengalami ketidakadilan di era globalisasi. Salah satunya, suku bunga yang ditetapkan kepada UMKM oleh bank di Indonesia pada umumnya sangat tinggi, yakni mencapai 18 – 19%. Sedangkan untuk perusahaan besar hanya 14%.

“Suku bunga murah untuk UMKM itu solusi agar mereka bisa bersaing dengan perusahaan besar. Jadi kami ingin Bank Australia bisa mem-bridging-kan uangnya di Bank Jatim. Metode loan agreement ini menguntungkan semua pihak, baik bagi UMKM maupun Bank Australia, karena uangnya tidak hilang, malah bertambah dan jadi stimulus ekonomi kreatif” katanya.
(Endri Soedarto/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO