WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Gara – gara dipicu oleh penyalahgunaan Trotoar, yang dianggap sudah beralih fungsi dari semestinya. Seorang warga kota Probolinggo, Jawa Timur, bersitegang dengan karyawan Distributor, salah satu provider jaringan kartu seluler.
Adalah Mulyono (45), warga kelurahan Kanigaran kecamatan Kanigaran, kota setempat. Ia memprotes keberadaan stand, salah satu provider jaringan kartu seluler, yang berjualan di atas trotoar di jalan Ahmad Yani, alun – alun kota Probolinggo.
Berdasarkan pengakuan Mulyono, aksi protesnya diawali saat ia hendak memarkirkan mobilnya tepat di depan stand seluler. Saat itu, tiba – tiba salah seorang karyawan stand seluler, langsung memprotesnya lantaran dianggap menutupi stand jualan.
Tak terima atas perlakuan itu, ia lantas memprotes balik karyawan stand seluler. Dirinya, bahkan menanyakan keabsahan ijin mendirikan stand, yang berada di atas jalur trotoar itu.
“Ini kan pihak perusahaan menggunakan fasilitas masyarakat, seharusnya kan tidak boleh. Kecuali ada program tertentu, tapi ini kan tiap hari. Dan lucunya lagi, mereka mengaku telah membayar kepada oknum agar memperoleh ijin,” ungkap Mulyono, Jum’at (13/10/2017).
Atas kejanggalan itu, lebih lanjut Mulyono akan melaporkan pihak yang sengaja melegalkan penggunaan trotoar untuk jualan, ke Tim Saber Pungli.
Sementara, karyawan Distributor Provider kartu seluler, Henry menjelaskan, berdirinya stand seluler di atas trotoar, dilakukan sesuai arahan pimpinannya. Sementara untuk soal ijin, pihaknya mengaku tidak tahu. “Kami hanya mengikuti perintah atasan, kalo masalah ijin itu bukan ranah kami,” jelas Henry.
Suasana yang sempat memanas, akhirnya bisa diredam setelah Satuan petugas Pamong Praja kota Probolinggo, datang ke lokasi untuk mendinginkan situasi. Setelah dilakukan perundingan antara kedua belah pihak, keberadaan stand seluler akhirnya dibongkar. Adanya peristiwa cek – cok mulut itu pun, sontak menjadi tontonan warga sekitar. (Zulkiflie/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.