WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Na’as dialami Muhammad Faizin (19), warga Laweyan kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Dengan baju Persebaya yang masih melekat ditubuhnya, ia diketemukan meninggal bersimbah darah, dengan mengalami belasan luka tusukan di sekujur tubuhnya.
Mayat korban diketemukan pada Senin dini hari (05/03/2018), tergeletak di Areal Taman kota. tepatnya di sisi timur, Pos Lantas Polisi Ketapang jalan Soekarno Hatta kota Probolinggo. Polisi yang langsung datang kelokasi, langsung melakukan olah TKP.
Usai diidentifikasi petugas, mayat korban kemudian dievakuasi menggunakan mobil ambulans, menuju kamar mayat RSUD dr Mohammad Saleh kota Probolinggo, guna keperluan otopsi.
Selain penemuan mayat Muhammad Faizin. Dilokasi terpisah, Septian Bagus Prabowo, seorang pengamen warga Kademangan kecamatan Kademangan kota Probolinggo, mengaku juga menjadi korban penusukan di bagian lengan tangan kirinya.
Aksi penusukan dilakukan oleh sekelompok pemuda, saat ia tengah mengamen di lampu merah Ketapang, tepatnya sisi barat Pos Lantas polisi Ketapang. Namun demikian, Bagus bisa meloloskan diri sehingga terhindar dari maut.
Menurut kesaksian Bagus, aksi penusukan terjadi lantaran ia menolak memberikan handphone miliknya, kepada sekelompok pemuda yang menyerangnya. “Jumlah mereka puluhan, satu diantarnya lantas menusuk saya karena menolak memberikan handphone. Saya pun langsung kabur,” ungkapnya, saat ditemui di RSUD dr. Moh Saleh kota Probolinggo.
Pasca kejadian, kondisi Bagus sendiri mengalami luka tusukan cukup parah, sehingga harus menjalani penanganan medis di ruang Radiologi, RSUD dr Mohammad Saleh kota Probolinggo.
Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Probolinggo, Akp Pujiono menyampaikan, jika sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, terkait terjadinya 2 aksi penusukan. Pihaknya, masih mengumpulkan bukti – bukti di lapangan, serta pemeriksaan para saksi. (Zulkiflie)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.