Rabu, 10 Juni 2026, 8:57
Home / ENTERTAINMENT / “22 MENIT” INSPIRASI DISKUSI DAN EDUKASI KEPADA MASYARAKAT TENTANG TERORISME

“22 MENIT” INSPIRASI DISKUSI DAN EDUKASI KEPADA MASYARAKAT TENTANG TERORISME

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah Film berjudul “22 Menit” yang terinspirasi dari kisah nyata terjadinya teror bom Thamrin Jakarta tahun 2016 lalu dari hasil karya sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita mulai ditayangkan di bioskop seluruh Indonesia sejak 19 Juli 2018.

Film yang menceritakan Ardi seorang anggota pasukan anti teror kepolisian yang mempertaruhkan nyawanya demi mengamankan Ibu Kota dari ledakan bom yang dibintangi oleh aktor Ario Bayu.

Kisah film yang menceritakan ledakan bom yang dilakukan beberapa terduga terorisme juga aksi tembak kepada beberapa masyarakat yang berada dilokasi membuat kepolisian segera melakukan tindakan.

Aksi heroik Ardi (Ario Bayu) yang mempertaruhkan nyawanya juga kesigapan tim kepolisian beserta seorang Polisi Lalu lintas bernama Firman yang diperankan Ade Firman membuat kejadian dapat di atasi dalam waktu singkat.

Peristiwa yang berakhir dengan singkat tetapi menjadi insiden yang mematikan tersebut mengubah hidup banyak orang untuk selamanya.

Dalam Press Conference nya Ario Bayu mengatakan film ini cukup penting karena insiden yang terjadi 2 tahun lalu patut diingat kembali agar dapat menjadi ruang diskusi mengapa ada seseorang yang mau melakukan hal – hal di luar norma, “dari film ini saya harap bisa membuka ruang diskusi apakah ini efek dari sosial ekonomi, sehingga habis nonton film ini kita dapat sisi edukasi juga, walau kita tak luput dari efek film,” terangnya Minggu (22/07/2018).

Diakui Ario Bayu bahwa film ini dibuat bukan berdasarkan titipan pihak kepolisian tetapi dari cerita film ini ada esensi yang patut kita temukan lagi agar penonton mengingat kembali, mengingat kejadian yang sangat disayang kan.

“Seperti yang baru terjadi bom di Surabaya, kok ada ya orang mau melakukan hal yang begitu radikal, dari sini lah saya juga ingin kulik dengan teman – teman penonton, kita punya masalah dalam negeri ini, mungkin mereka juga seorang korban, kita semua adalah satu keluarga jadi mari sesama keluarga kita lihat mengapa saudara kita bisa berubah menjadi radikal,” jelas nya dengan sedikit serius. (Juliman)

Check Also

Dr. Ponimin, SH., M.Kn saat menunjukkan SKB para pengurus.

PENGURUS PERADRI KONGRES LUB SEGERA DILAKSANAKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perhimpuan Advokat Republik Indonesia (PERADRI) yang telah