Selasa, 23 Oktober 2018, 7:53
Home / NEWS / PASTIKAN AMAN, BUPATI TRENGGALEK TINJAU JALUR TRENGGALEK PONOROGO PASCA LONGSOR
Bupati Trenggalek Meninjau Jalur Utama Trenggalek - Ponorogo Yang Tertimbun Longsor.

PASTIKAN AMAN, BUPATI TRENGGALEK TINJAU JALUR TRENGGALEK PONOROGO PASCA LONGSOR

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Guna memastikan masyarakatnya aman, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak meninjau lokasi bencana longsor yang berada di Kilometer 16 Desa Nglinggis Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek.

Seperti yang diketahui, beberapa hari jalur utama Trenggalek – Ponorogo ini diberlakukan rekayasa lalulintas dengan sistem buka tutup jalur lantaran hampir seluruh badan jalan tertimbun material longsor. Namun, saat melakukan peninjauan dilokasi Bupati Emil sudah membuka kembali jalur pengusung antar Kabupaten bahkan antar Provinsi ini.

Dikatakan Emil, saat meninjau lokasi longsor yang merupakan jalur dibawah tanggungjawab Balai Besar Jalan Nasional, Pemerintah Kabupaten Trenggalek tentu tidak serta merta angkat tangan.

“Kita sudah meminta kepada pihak terkait untuk melakukan kajian solusi penanganan karena bagaimana pun akibat dari longsor juga sangat dirasakan masyarakat luas,” ungkap Emil Dardak saat dikonfirmasi, Rabu (05/09/2018).

Lebih lanjut Emil mengaku bahwa awal terjadinya longsor ini diketahui pada 31 Agustus 2018 sekitar pukul 22 : 00 WIB malam hari dan mendapat penanganan langsung oleh pihak terkait.

Pemkab Trenggalek bersama dan stake holder selalu bergerak cepat, dalam menangani bencana tanah longsor di jalur ini.

“Pada saat longsor pertama, pihak TNI, Polri dan Pemkab dalam hal ini OPD terkait serta otoritas yang diwilayah Kecamatan Tugu bersama – sama masyarakat langsung menutup akses mengingat kondisi sangat rawan. Bahkan material tanah dan batuan masih terus turun,” imbuhnya.

Emil menambahkan, mengingat kondisi yang belum memungkinkan dan membahayakan pengguna jalan maka diberlakukan sistem buka – tutup akses menyesuaikan kondisi dilapangan. Meskipun jalur dari kedua arah yaitu arah Trenggalek – Ponorogo atau sebaliknya belum bisa sepenuhnya dibuka, namun saat ini sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup.

Pihaknya juga menyarankan, jika memang mendesak pengguna jalan agar mencari jalur alternatif lain yang memungkinkan lebih cepat sampai tujuan. “Sementara ada tiga alternatif yang bisa ditempuh, melalui arah pasar Sawo Ponorogo tembus pasar Dermosari Kecamatan Tugu, Jalur Desa Pucanganak lewat jalan lingkar proyek Bendungan Nglinggis tembus sebelah barat Kecamatan Tugu dan ketiga lewat jalur lingkar Wilis melalui Kecamatan Bendungan. Namun, untuk kendaraan roda enam disarankan agar balik arah atau menunggu hingga proses evakuasi selesai,” jelas Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih ini.

Beberapa solusi sudah dilakukan oleh pemerintah, dalam hal ini ada tiga bagian yang menjadi konsentrasi pekerjaan. Tiga titik bagian yang dikerjakan, yakni di titik Kilometer 16, 17 dan 18 dengan dua konsentrasi intervensi yaitu sisi tata ruang dan rekayasa teknik atau engineering.

Berdasarkan hasil kajian Detail Engineering Design (DED) dari beberapa lembaga yang mempunyai kompetensi terkait itu, nantinya ditebing – tebing tersebut akan dibangun tembok penahan setinggi 7 meter dengan penguat tiang menggunakan teknik bore pile atau strauss pile serta penyempurnaan dari drainase pendukungnya.

Perlu diketahui bahwa longsor di Jalan Raya Trenggalek – Ponorogo Kilometer 16 ini sudah beberapa kali terjadi. Dan pemicu longsor bukan selalu disebabkan oleh curah hujan saja, karena longsor juga beberapa kali terjadi di musim kemarau. Namun hal itu lebih diakibatkan pada proses pelebaran jalan dengan mengambil sisa – sisa material longsor yang berada di sisi utara jalan. (Mil)

Check Also

KUNJUNGI LOMBOK PRESIDEN PANGKAS 17 PROSEDUR PENCAIRAN DANA BANTUAN JADI 1 PROSESUR

WAGATABERITA.COM – LOMBOK. Presiden Joko Widodo bertolak ke Kabupaten Lombok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *