Selasa, 13 November 2018, 7:25
Home / ENTERTAINMENT / EVENT / PEMUDA KREATIF PROBOLINGGO, PERINGATI SUMPAH PEMUDA LEWAT JAZZ MUSEUM

PEMUDA KREATIF PROBOLINGGO, PERINGATI SUMPAH PEMUDA LEWAT JAZZ MUSEUM

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Sejumlah pemuda kreatif di Kota Probolinggo, menggelar even “Jazz Museum” tahun 2018, Jum’at malam (26/10/2018).

Jazz Museum, digelar guna menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda, yang jatuh tiap 28 Oktober.
Mengusung lagu – lagu daerah dan perjuangan, Jazz Museum yang di gelar di Museum Probolinggo itu, cukup menghipnotis mata para penonton yang hadir.

Lokasi panggung, yang dikelilingi sejumlah kendaraan tempur kuno, seperti pesawat Nomad bersama lokomotif kuno, dan tank milik Marinir. Membuat suasana perjuangan, dan rasa nasionalisme seakan kembali menggelora.

Di even Jazz Museum, yang telah berlangsung kesekian kalinya ini, penyanyi lokal ternama asal Banyuwangi yakni, Wandra hadir menghibur masyarakat Probolinggo.

Dalam penampilannya, Wandra membawakan lagu andalannya berjudul “Kelangan” Sesekali pemuda kelahiran tanah Oseng itu, menyapa dan mengajak penonton bernyanyi bersama.

“Apa kabar Probolinggo, gimana kabarnya ? Baik kan, yuk bareng – bareng kita nyanyi lagu Kelangan,” sapa Wandra.
Guna melepaskan dahaga para penonton akan musik, Wandra juga membawakan lagu terbarunya “Kelangan 2” dimana genre musiknya pun dibawakan dalam nuansa Jazz.

Tak hanya itu, Jeje seorang pemuda spesialis pemain Sape, turut menghibur telinga dan mata para penonton Jazz Museum.

Dengan lincah, Jemari pemuda kelahiran Situbondo itu, memetik senar – senar Sape dimana menghasilkan suara merdua, yang berasal dari alat musik khas Kalimantan itu.

Ketua penyelenggara, Farid Fahlevi mengatakan, di momen sumpah pemuda kali ini, Jazz Museum sengaja mengusung lagu perjuangan, guna menumbuhkan semangat nasionalisme para pemuda Probolinggo.

Sementara lagu daerah, sebagai wujud pelestarian warisan bangsa, yang mesti dijaga agar tetap ada.

“Di momen sumpah pemuda ini, kami ingin menampilkan sesuatu yang beda. Yakni melalui sebuah even musik, yang tentunya klasik namun tetap kekinian,” ujar Farid.

Even Jazz Museum tahun 2018, ditutup dengan menyanyikan lagu “Tanah Air Beta” , dimana dinyanyikan secara bersama-sama oleh para penonton yang hadir. (Zulkiflie)

Check Also

PERINGATAN SUMPAH PEMUDA, RATUSAN PELAJAR RAMAIKAN FESTIVAL MEWARNAI BECAK

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Ratusan pelajar dari berbagai sekolah menengah ambil bagian dalam festival

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *