Selasa, 11 Desember 2018, 8:17
Home / KENDARI / GUBERNUR SULTRA LEPAS PEMBERANGKATAN SATGAS YONIF 725/WOROAGI KE PAPUA

GUBERNUR SULTRA LEPAS PEMBERANGKATAN SATGAS YONIF 725/WOROAGI KE PAPUA

WAGATABERITA.COM – KENDARI. Upacara pelepasan pemberangkatan Satgas Yonif 725/Woroagi dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra Ali Mazi, SH, bertempat di Dermaga Nusantara, Kamis (08/11/2018).

Diketahui Satgas Yonif 725/Woroagi akan melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI – PNG di wilayah Provinsi Papua selama kurang lebih 1 tahun.

Dalam amanatnya “Selaku pribadi dan atas nama Gubernur Sulawesi Tenggara dengan penuh rasa bangga saya ucapkan selamat kepada segenap prajurit Yonif 725/Woroagi yang telah mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Provinsi Papua.

“Kepercayaan ini merupakan kehormatan dan tugas mulia untuk dipertanggung jawabkan serta dilaksanakan dengan sebaik – baiknya, diantaranya melalui upaya yang maksimal dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, termasuk dengan mengembangkan kemampuan dan potensi satuan yang dimiliki selama ini, sehingga kehadiran Satgas ini dapat diterima dan mendapat pengakuan secara baik oleh masyarakat setempat” ungkap Gubernur Sultra.

Lebih jauh Gubernur mengungkapkan, Penugasan ke daerah operasi merupakan wujud nyata pengabdian dan kehormatan bagi seorang prajurit kepada negara dan bangsanya, demi tegaknya kedaulatan wilayah NKRI serta kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Untuk itu, kepada prajurit yang tergabung dalam Satgas Yonif 725/Woroagi ini, saya berharap untuk menguatkan tekad dan komitmen terkait dengan tugas – tugas yang akan dihadapi, sehingga secara fisik maupun mental, dapat lebih fokus dalam melaksanakan tugas yang membanggakan ini.

Berbagai pembekalan dan persiapan yang telah dilaksanakan secara bertahap dan intensif dalam bentuk latihan selama ini, diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dan modal dasar dalam menghadapi segala kemungkinan permasalahan yang akan timbul di lapangan, sehingga kehadiran Satgas ini memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan kondisi yang kondusif di wilayah perbatasan.

Penciptaan kondisi keamanan tersebut sangat diperlukan, sehingga permasalahan yang berpotensi menjadi konflik dapat segera diantisipasi secara profesional.

Provinsi Papua merupakan salah satu provinsi paling timur dari wilayah NKRI yang berbatasan secara langsung dengan negara lain, yaitu berbatasan dengan Australia, Republik Palau, termasuk dengan negara Papua Nugini.

Sebagai daerah perbatasan sudah barang tentu menjadi wilayah yang paling mudah diakses oleh negara tetangga lain, sehingga secara otomatis merupakan wilayah yang paling rentan terhadap pengaruh dari luar, baik dalam bentuk ideologi, politik, sosial, budaya dan ekonomi maupun hal – hal yang bisa mempengaruhi eksistensi pertahanan dan keamanan negara.

Selain itu, kurangnya pemahaman warga terhadap aturan dalam melintasi perbatasan, seringkali juga mengakibatkan kesalahan persepsi dalam memahami keberadaan petugas keamanan yang bertugas di daerah itu, sehingga terkadang timbul insiden yang tentunya tidak kita inginkan.

Saya berharap dalam penugasan ini kalian lebih menguasai Protap – protap yang sudah ada, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pengamanan di daerah perbatasan, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Walaupun situasi perbatasan RI – PNG dalam kondisi aman, namun hal tersebut tidak boleh membuat para prajurit lengah dan terlena, akan tetapi kalian harus tetap waspada, karena sampai saat ini masih banyak yang dikenal dengan nama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang tetap eksis beroperasi. Walaupun potensi kekuatan dan pengaruhnya masih relatif kecil, namun demikian kegiatan mereka sangat meresahkan masyarakat di berbagai tempat.

Oleh karena itu, saya berharap selama melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan di Provinsi Papua, kalian selalu waspada serta mampu mengaplikasikan berbagai pengetahuan, keterampilan serta prosedur dan aturan yang sudah diperoleh dalam latihan sebelumnya, sehingga tindakan – tindakan kalian tetap proporsional terutama dalam menyikapi berbagai permasalahan yang terjadi di medan penugasan.

Di samping itu, perlu kalian pahami juga, bahwa masyarakat Papua memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda dengan kalian. Untuk itu, kenali dan hormati adat istiadat masyarakat setempat, kalaupun ada permasalahan yang timbul, selesaikan secara persuasif dan carikan solusi yang terbaik, agar tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar.

Laksanakan tugas ini dengan sebaik – baiknya, jaga keamanan baik personel maupun materil yang kalian bawa, serta tunjukkan bahwa kalian adalah tentara rakyat, tentara pejuang dan tentara nasional yang profesional.

Pegang teguh tugas pokok TNI yaitu menjaga kedaulatan dan integritas bangsa. Untuk itu, sekali lagi saya ingatkan, “jangan ragu dalam bertindak apabila hal tersebut sudah menyangkut masalah kedaulatan dan integritas bangsa Indonesia.”

Sebelum mengakhiri amanat saya, pada kesempatan ini, tak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga, famili yang telah memberikan andil dan dukungan moril kepada para prajurit sehingga mereka tetap bersemangat.

Tentunya penugasan ini juga merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi seluruh keluarga. Untuk itu, kepada seluruh prajurit yang sudah berkeluarga, jangan terlalu banyak memikirkan tentang keluarga yang di tinggal supaya kalian tidak lalai, yang pada akhirnya akan mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri. Percayakanlah keluarga anda kepada teman – teman kalian yang tinggal di home base dan kepada komando atas.

Selanjutnya kepada keluarga yang ditinggal, saya berharap agar senantiasa menjaga kehormatan dan keutuhan keluarga, disiplin dan hindari hal – hal yang negatif tidak membebani para prajurit yang berangkat ke medan tugas. Antarkanlah mereka dengan penuh keikhlasan serta dengan iringan doa.

Demikian amanat saya, semoga Allah Subhanahu Wata’ala senantiasa memberikan kekuatan, kemampuan lahir batin, petunjuk dan lindungan – Nya kepada Satgas Yonif 725/Woroagi ini dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Selamat jalan dan selamat bertugas, kami menunggu keberhasilan tugas saudara.” (Red/*)

Check Also

LAKSDA (P) YUHASTIHAR, JELASKAN NAMANYA SAAT LAKUKAN TEMU WARGA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Laksamana Muda Purn TNI AL Yuhastihar yang diberi amanah Partai PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *