Selasa, 11 Desember 2018, 7:00
Home / NEWS / HUKUM / PALAK WARUNG, PETUGAS DISHUB GADUNGAN INI DITANGKAP DI MUSEUM PROBOLINGGO

PALAK WARUNG, PETUGAS DISHUB GADUNGAN INI DITANGKAP DI MUSEUM PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Seorang petugas Dishub (Dinas Perhubungan) gadungan berseragam lengkap, akhirnya ditangkap petugas DLLAJ Kota Probolinggo, Kamis (08/11/2018).

Pelaku diketahui, bernama Agus Haryono (35) warga Dusun Kenongo, Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Pria berwarna kulit gelap itu, akhirnya ditangkap setelah melakukan aksi pemalakan, di sebuah warung kelontong berlokasi di area Museum Probolinggo.

Saat ditangkap, pelaku mengaku petugas Dishub Jawa Timur, yang berdinas di timbangan di daerah Grati Pasuruan. Namun demikian, saat diperiksa surat – surat resmi kepegawaiannya, pelaku tak dapat menunjukkan.

Dari pemeriksaan pelaku, didapati sejumlah barang bukti yakni, pajak kendaraan, surat nikah, dan logo TNI serta uang Rp 102.000. Sementara seragam yang dikenakan, diakui merupakan pemberian temannya.

Tak hanya mengamankan seragam Dishub dan topinya, petugas juga menemukan lambang pangkat TNI, dari saku seragam Dishub yang dikenakan pelaku.

Kepada wartawan, Agus juga mengaku baru cerai dengan isterinya dan pengangguran. Aksi kriminalnya merupakan cara terakhir, agar ia bisa merokok.

“Saya bukan memalak uang pak, tapi hanya minta rokok. Ya gimana lagi, saya tidak kerja. Kalo seragam ini saya dikasih teman,” ungkap Agus.

Kasi Ops DLLAJ, Pemerintah Kota Probolinggo, Jatmiko mengatakan, jika kedok pelaku akhirnya terbongkar, setelah salah seorang pemilik warung yang berada di area musim Probolinggo, melaporkan aksi pemalakan pelaku.

Menanggapi laporan itu, petugas DLLAJ yang kantornya juga berada di area Museum, langsung mendatangi pelaku.

“Setelah dapat laporan, kita datangi pelaku dan kita periksa pak. Dan ternyata pelaku petugas Dishub gadungan,” terang Jatmiko.

Lantaran berbelit – belit saat dimintai keterangan, petugas DLLAJ lantas menggiring pelaku, ke Mapolresta Probolinggo, guna penyelidikan.

Dari pemeriksaan petugas Satreskrim, pelaku diketahui belum pernah melakukan perekaman E-KTP. Hal itu dibuktikan, melalui mata dan sidik jari pelaku yang belum terdata.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam Pasal 365 KHUP, dengan hukuman penjara maksimal 13 tahun. (Zulkiflie)

Check Also

WUJUDKAN KOTA BERSIH, CAMAT WONOASIH GELAR LOMBA “KAMPUNG PARTISIPASI”

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Cara berbeda dilakukan Camat Wonoasih, Kota Probolinggo, guna meningkatkan kesadaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *