Selasa, 11 Desember 2018, 7:00
Home / NEWS / INI SENSASI PERAGAAN BUSANA DI BUKIT SERIBU SELFIE SARIWANI PROBOLINGGO

INI SENSASI PERAGAAN BUSANA DI BUKIT SERIBU SELFIE SARIWANI PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Peragaan busana umumnya digelar di atas “Cat Walk,” namun berbeda dengan yang dilakukan puluhan pelajar sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo ini, Kamis (22/11/2018).

Mereka melakukan peragaan busana baju adat Suku Tengger, yang digelar di alam terbuka tepatnya atas bukit Seribu Selfie, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, atau di ketinggian sekitar 2000 Mdpl.

Meski tanpa dilengkapi karpet merah, layaknya peragaan busana pada umumnya. Namun aksi para peserta, cukup menghibur para penonton.

Sorak sorai tepuk tangan penonton, mengiringi peragaan busana yang baru digelar pertama kalinya itu.

Kolaborasi budaya dan karya seni, serasa menyatu saat merdunya suara gamelan mengiringi jalannya peragaan busana.

Salah seorang peserta peragaan busana, Aisyah (16) mengungkapkan, untuk lenggak-lenggok di bukit Seribu Selfie, ia dan rekan-rekannya harus belajar sekitar 7 hari atau satu minggu.

Pasalnya lokasi yang berada di alam terbuka, menuntut para model menyesuaikan gerak tangan dan kaki, agar busana yang dikenakan terlihat mengembang saat diterpa hembusan angin.

“Awalnya agak susah sih pak biar kelihatan bagus, tapi setelah dipelajari akhirnya ya bisa juga,” ujar Aisyah.

“Kalo lokasinya sih keren, pemandangannya indah, dan udaranya segar asyik peragaan busana disini,” tukasnya.

Hal sama diutarakan peserta lainnya, Olivia Mengatakan, Peragaan busana di atas bukit Seribu Selfie, memberikan pengalaman baru baginya.

Biasanya dilakukan di dalam ruangan, namun kali ini di alam terbuka, bahkan di atas perbukitan.

“Ok sih pak peragaan busana disini, ada tantangan tersendiri. Antara alam dan seni, rasanya menyatu,” ungkapnya.

Camat Sukapura, Yulius Christian menyampaikan, digelarnya pagelaran busana di bukit Seribu Selfie, Desa Sariwani bertujuan guna mendongkrak roda perekonomian wilayah setempat.

Disebutkan Yulius, jika selama ini Desa setempat masih tergolong tertinggal, oleh karenanya perlu dikembangkan melalui pengenalan wisata, seni dan budaya.

“Harapannya Desa Sariwani kedepan menjadi salah satu tujuan destinasi wisata, selain Gunung Bromo. Jika itu terwujud, pastinya perekonomian warga bisa meningkat,” terang Yulius.

Sebagai informasi, Desa Sariwani terletak di kaki Gunung Bromo, dimana mayoritas masyarakatnya masih menggantungkan hidupnya dengan bercocok tanam atau bertani.

Sementara itu, Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, yang turut hadir dalam peragaan busana, mengapresiasi terselenggaranya acara tersebut.

Menurut Bupati Tantri, melalui kreativitas yang dibangun oleh warganya, sektor perekonomian sebuah daerah dapat dibangun secara cepat.

“Tentunya saya bangga melihat kreativitas warga Sariwani, yang bisa mengemas acara sebagus ini. Harapan saya, ini bisa menginspirasi warga Kabupaten Probolinggo lainnya,” harap Tantri. (Zulkiflie)

Check Also

LAKSDA (P) YUHASTIHAR, JELASKAN NAMANYA SAAT LAKUKAN TEMU WARGA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Laksamana Muda Purn TNI AL Yuhastihar yang diberi amanah Partai PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *