Rabu, 17 Juli 2019, 20:14
Home / HOTNEWS / PERNYATAAN PDAM SURABAYA TIDAK MENDUDUKI LAHAN EV 11404 MILIK ALM SOERADJI MULAI TERKUAK
Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam Irjen Pol Dr Drs Widiyanto Poesoko SH MSi.

PERNYATAAN PDAM SURABAYA TIDAK MENDUDUKI LAHAN EV 11404 MILIK ALM SOERADJI MULAI TERKUAK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kasus sengketa tanah sejak puluhan tahun lalu yang saat ini telah menjadi kantor PDAM Surabaya, setelah hasil pengukuran ulang hari ini Kamis (28/02/2019) mulai terkuak informasinya.

Dari hasil pengukuran lahan EV 11404 milik keluarga Alm Soeradji menunjukkan bahwa PDAM Surabaya Menduduki 30 persen dari lahan seluas 21.297 m2. “Pengukuran dilakukan oleh BPN 2 Surabaya disaksikan juga Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam,” demikian jelas kuasa hukum ahli waris Mariyadi SH MH.

Diketahui hari pengukuran ulang ini dihadir Sekretaris Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam Irjen Pol Dr Drs Widiyanto Poesoko SH MSi bersama rombongan juga hadir perwakilan PT. Sinar Galaxi, BPN Surabaya, Kejaksaan Negeri, Pemkot Surabaya, dan Kuasa Hukum Ahli Waris ke kantor PDAM Gubeng yang disambut baik oleh Direktur Utama PDAM Surabaya Mujiaman Sukirno.

Awal pertemuan diketahui sempat terjadi selisih pendapat antara Mujiaman dengan rombongan Satgas Saber Pungli Kemenko Polhukam beserta rombongan lainnya yang turut serta hadir pada pengukuran tanah PDAM ini.

Pihak PDAM Surabaya tetap pendapat bahwa pihaknya tidak ada sangkut paut dengan lahan EV 11404 dan menyatakan bahwa gedung itu berdiri di atas tanah Eigendum lain bukan EV 11404. Mujiaman bahkan menyatakan sikap yang intinya institusinya merasa malu karena didatangi tim. “Kenapa hanya milik kami yang diukur. EV 11404 kan bukan terletak di tempat kami,” protesnya.

Setelah mendapat penjelasan Irjen Pol Widiyanto bahwa kedatangannya hanya untuk mengetahui ukuran EV 11404 dan kebetulan diukur dari PDAM barulah situasi tegang mereda. Kemudian dicapai kesepakatan pengukuran dilaksanakan oleh BPN serta saksi dan wartawan dilarang ikut.

Wakil ahli waris Jahja Achmad.

Wartawan yang sudah menunggu mendengar pernyataan Mujiaman menjadi kecewa. “Ada apa sebenarnya kok kita gak boleh ikut,” tanya Juliman salah seorang wartawan yang ingin melihat pengukuran. Wartawan lain malah menganggap Direktur Utama PDAM itu arogan.

Dilokasi terpisah Irjen Pol Dr Drs Widiyanto Poesoko SH MSi, saat di temui awak media menegaskan, “pihaknya akan tetap memfasilitasi hal tersebut, dan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, apabila terendus adanya pungutan liar dalam kasus yang telah terpendam sekitar 40 tahun ini, negara hadir ditengah masyarakat dengan kondisi begini,” terangnya. (Red/*)

Check Also

RISMA TERTAWA SAAT DIMINTA MAJU MENJADI GUBERNUR DKI JAKARTA 2022

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam Sebuah Video yang diunggah oleh sebuah akun