WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ludruk merupakan kesenian Indonesia khusus nya Jawa Timur yang pada jamannya sangat diminati oleh masyarakat Jawa Timur khususnya Surabaya.
Diketahui Ludruk adalah kesenian tradisional Jawa Timur yang digelar dengan peragaan group kesenian diatas panggung mengangkat cerita – cerita kehidupan rakyat, cerita perjuangan yang terkadang diselingi lawakan juga diiringi gamelan sebagai musiknya.
- LIMA PENARI ASAL MAKASSAR MAMPU PUKAU PENONTON PADA ACARA HIBURAN ISEF
- SENI BUDAYA BERDAMPAK PADA PENINGKATAN EKONOMI
- SEKDAPROV JATIM AJAK MASYARAKAT CINTA KESENIAN DAN KEBUDAYAAN BANGSA
- GUS IPUL : TINGKATKAN PELESTARIAN SENI DAN BUDAYA WARISAN BANGSA
- KESENIAN WAYANG KULIT JADI TUNTUNAN DAN TONTONAN BERMANFAAT
Tapi belakangan ini kesenian Ludruk semakin tak diminati oleh masyarakat khususnya generasi muda (milenials) sehingga membuat perjalanan Ludruk semakin terseok – seok.

Warisan karya budaya yang harusnya dilestarikan belakangan ini dianggap kuno oleh generasi Milenials bahkan terkadang mereka malu mengakui keberadaan Ludruk yang sebenarnya bukan hanya media hiburan, Jumat (19/04/2019).
Melihat hal ini kelompok kesenian Ludruk Sanggar Irama Budaya Sinar Nusantara bersama dengan Mahasiswa dan dosen Magister Manajemen Universitas Unair akan menggelar Ludruk dengan tema “Ludruk Goes Millennials.”
Kegiatan ini akan digelar di Aula Fajar Notonegoro (Fakultas Ekonomi Bisnis) Universitas Airlangga Jl. Airlangga No 4 – 6 Surabaya pada hari Minggu (28/04/2019) pada pukul 09 : 00 WIB dengan judul Ludruk “Aladin 1001 Malam Di Surabaya.” (Juliman)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.