WAGATABERITA.COM – PERU. Seperti diberitakan sebelumnya mantan Presiden Peru Alan Gracia melakukan penembakan pada dirinya sendiri untuk menghindari penangkapan kepolisian atas tuduhan dugaan suap dari pembangun Brasil Odebrecht.
Presiden Peru Martin Vizcarra menyatakan tiga hari berkabung Nasional pada kematian Alan Garcia yang tragis dan dramatis atas tuduhan skandal kasus korupsi terbesar di america Latin ini.
Vizcarra bahkan memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang di Kongres negara dan gedung – gedung publik lainnya untuk menghormati mantan Presiden dan mantan anggota Parlemen ini.
Ribuan orang Peru diketahui mengucapkan selamat tinggal pada Alan Garcia, juga teman – teman, sekutu dan pemimpin di seluruh spektrum politik memberi penghormatan kepada Garcia di markas partai APRA, salah satu partai politik tertua di Amerika Latin, dan yang dua kali membantu mengantar Garcia ke kursi kepresidenan.
Dalam hal ini beberapa sekutu Garcia sempat berseru, “Vizcarra adalah seorang pembunuh,” setelahnya, sebuah anggukan terhadap kritik Garcia baru – baru ini bahwa penuntutannya bermotivasi politik seperti dikutip reuters Jumat (19/04/2019).
Untuk diketahui mantan Presiden Alan Gracia dikenal sebagai Politisi yang berani dan salah satu orator terbaik Amerika Latin yang lama dirundung oleh tuduhan korupsi dan selama ini ditepis sebagai noda politik yang tidak berdasar.
Tetapi akhirnya Jaksa penuntut yang menyelidiki pembangun Brasil Odebrecht mengumpulkan cukup bukti untuk mendapatkan perintah pengadilan agar dapat menahan Garcia yang mendorong mantan Preseden Peru ini mengakhiri hidupnya. (Red/*)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.