Sabtu, 25 Mei 2019, 15:14
Home / NEWS / HARI BURUH KHOFIFAH BERI KUOTA MASUK SMA NEGERI KEPADA KELUARGA BURUH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Memotong Tumpeng di acara Mayday di Depan Kantor Jl. Pahlawan Surabaya.

HARI BURUH KHOFIFAH BERI KUOTA MASUK SMA NEGERI KEPADA KELUARGA BURUH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Peringatan Hari Buruh atau May Day di Jawa Timur, Rabu (01/05/2019) dilakukan oleh para buruh di depan Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan Surabaya yang juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pada kesempatan ini Gubernur perempuan pertama Jawa Timur itu memberi hadiah special bagi keluarga buruh yakni kuota khusus masuk SMA/SMK negeri bagi anak – anak buruh atau pekerja yang tidak mampu di Jatim Kuota berlaku untuk semua SMA/SMK negeri di seluruh Jawa Timur.

Hadiah itu sampaikan Khofifah di depan ribuan buruh yang hadir dalam aksi peringatan Hari Buruh, “Saya sampaikan kepada mereka, kami ingin memberikan hadiah pada keluarga buruh, pekerja yang tidak mampu dan juga yang difabel, bahwa kita ada kuota 5 persen khusus bagi anak – anak mereka yang akan masuk ke SMA/SMK negeri di seluruh Jawa Timur,” kata Khofifah.

Anak – anak buruh yang sudah di kelas 3 SMP atau MTs bisa memanfaatkan kuota khusus 5 persen ini untuk bisa masuk SMA/SMK negeri, “Para anak buruh, pekerja, dan difabel ini akan diprioritaskan untuk bisa masuk SMA SMK negeri di Jawa Timur. Kuota khusus lima persen ini akan kita luncurkan besok saat Hardiknas,” tegasnya.

Dikatakan Khofifah, ini akan mempermudah para anak buruh dan pekerja tidak mampu untuk bisa mengakses pendidikan berkualitas, terlebih masuk ke SMA/SMK negeri, mereka tidak akan terbebani soal biaya. Ini karena mulai tahun ajaran baru Juli 2019 mendatang akan diterapkan sekolah gratis untuk SMA/SMK negeri se Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah pemberian santunan di acara Mayday di Depan Kantor Jl. Pahlawan Surabaya.

“Jadi sudah nggak pakai SPP, kalau sudah masuk SMA SMK negeri, maka mereka akan mendapatkan dan menguasai pendidikan yang sesuai dengan revolusi industri 4.0,” tegasnya.

Syarat untuk bisa memanfaatkan kuota khusus anak buruh yang tidak mampu ini dikatakan Khofifah tidak berbelit, cukup menunjukkan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau surat tidak mampu. Jika tidak menggunakan kartu itu bisa juga menunjukkan kartu bukti menerima Program Keluarga Harapan. Yang bisa menjadi bukti bahwa mereka memang dari keluarga tidak mampu.
“Kalau tidak begitu maka kita bisa lakukan verifikasi,” tegasnya.

Pemanfaatan kuota khusus anak buruh tidak mampu ini bahkan sudah bisa diakses anak buruh dari keluarga tidak mampu mulai besok saat peringatan Hari Pendidikan Nasional besok. (Red)

Check Also

TAK HANYA BERKONSEP GREEN BUILDING BALE HINGGIL BAHKAN MEMIKIRKAN MASYARAKAT SEKITAR GEDUNG

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah Apartemen dengan dua Tower telah berdiri