Sabtu, 25 Mei 2019, 15:20
Home / SURABAYA / SELAIN HADIAH KHOFIFAH SEPAKATI 9 POIN TUNTUTAN BURUH
Gubernur Jatim Memberikan Sambutan pada peringatan hari buruh di jatim.

SELAIN HADIAH KHOFIFAH SEPAKATI 9 POIN TUNTUTAN BURUH

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri peringatan Hari Buruh atau May Day di Jawa Timur, Rabu (01/05/2019) yang dilakukan oleh para buruh di depan Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan Surabaya.

Dihadapan ribuan buruh Khofifah memberikan kuota khusus 5 % untuk anak buruh tidak mampu dapat mendaftar di SMA/SMK di Jatim.

Dalam May Day kali ini Khofifah juga menyepakati 9 poin hal yang menjadi permintaan buruh. Sembilan poin itu adalah poin pertama kesepakatan untuk revisi PP No 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, dan pencabutan Permenkes No 51 Tahun 2018 tentang urum biaya dan selisih biaya.

Poin kedua adalah Gubernur akan membuat permohonan fatwa kepada Mahkamah Agung untuk melalukan revisi SE Mahkamah Agung No 03 Tahun 2018 terkait rumusan Hukum Kamar Perdata.

Poin ketiga Gubernur sepakat membuat rekomendasi kepada Kemenaker RI agar ada perubahan komponen hidup layak untuk komponen pengupahan dintahun 2020.

Poin keempat yaitu Gubernur dalam menentapkan UMSK tahun 2020 berpedoman pada usulan kabupaten kota, dan Gubernur akan membuat surat edaran ke kabupaten kota untuk mengusulakan UMSK.

Gubernur Jawa Timur Khofifah di acara Mayday di Depan Kantor Jl. Pahlawan Surabaya.

Yang kelima, Gubernur akan melakukan peneguran pada perusahaan yang tidak memberikan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Yang keenam Gubernur sepakat untuk menertibkan PKWT dan tegas terhadap pelanggaran outsourcing pelanggaran terkait pekerja harian atau pekerja lepas di Jatim.

Ke tujuh Gubernur akan membuat Badan Pengadaan Rumah Sakit dan petugas dan ke depalan Gubernur berkomitmen untuk pengawal tenaga kerja harus segera diperbaiki. Dan yang terakhir adalah di Jawa Timur akan berusaha dibuat regulasi terkait jaminan pesangon.

“Akan ada tim yang membahas ini detail. Jadi misalnya kalau soal revisi PP No 78 Tahun 2015, kita tidak ingin hanya usul revisi saja, tapi harus dibuat pointer mana – mana yang ingin direvisi yang sesuai dengan aspirasi para pekerja di Jawa Timur, dan itu akan dibahas di tim,” kata Khofifah. (Red)

Check Also

TAK HANYA BERKONSEP GREEN BUILDING BALE HINGGIL BAHKAN MEMIKIRKAN MASYARAKAT SEKITAR GEDUNG

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah Apartemen dengan dua Tower telah berdiri