Selasa, 11 Desember 2018, 6:59
Home / NEWS / PEMPROV PETAKAN DAN CARI SOLUSI BERSAMA PEMDA SETEMPAT ATASI BENCANA

PEMPROV PETAKAN DAN CARI SOLUSI BERSAMA PEMDA SETEMPAT ATASI BENCANA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pada kesempatannya Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo bersama Istri Dra. Hj. Nina Soekarwo M.Si yang melepas jalan sehat diikuti oleh seluruh elemen masyarakat, Minggu (11/11/2018) di acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 73 Provinsi Jawa Timur ini.

Pakde Karwo juga menyinggung soal kerawanan bencana di beberapa wilayah di Jatim. Pergantian musim yang saat ini sedang terjadi, menjadi perhatiannya secara serius.

Pemprov Jatim telah mengidentifikasi daerah yang rawan bencana seperti banjir. Terutama daerah sepanjang Bengawan Solo mulai dari Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan hingga Gresik. Tak hanya itu, daerah selatan Jatim yang menjadi langganan rawan bencana longsor juga menjadi perhatian Pakde Karwo.

“Untuk itu, kita sudah kirim surat, daerah mana saja yang rawan terutama longsor dan banjir. Kami sudah memetakannya dan menyusun beberapa solusinya,” terangnya.

Untuk rawan banjir, Pakde Karwo menyampaikan beberapa solusi yang akan dilakukan. Yakni dengan langkah pengerukan sungai dan peninggian di kawasan sekitar Bengawan Solo.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya longsor, Pemprov Jatim melakukan penanaman pohon tegakan yang mampu menyerap air dan memiliki akar kesamping.

“Tegakan itu, juga bisa menahan longsor. Maka, masyarakat di daerah sekitar rawan longsor bisa bekerja sama dengan perhutani dengan menanam pohon seperti mahoni atau trembesi. Karena, karakter masyarakat kita lebih suka menanam sengon yang 5 – 6 tahun bisa dipanen,” tegasnya.

Selain antisipasi rawan bencana, pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menyampaikan soal kerjasama perdagangan antar provinsi. Pakde Karwo berharap, kerjasama yang dibangun bisa meningkat terutama untuk mengurangi ketergantungan impor dari negara lain.

“Jangan ada lagi impor selama bahan bakunya tersedia di dalam negeri. Caranya, melakukan hubungan perdagangan dengan provinsi lain,” jelasnya.

Dicontohkannya, jika bahan baku di Jatim kurang, namun di provinsi lain ada, bisa di kerjasamakan. Tak hanya itu, segala keperluan seperti nikel, agro, bawang putih, kedelai juga bisa dilakukan kerjasama perdagangan. “Cara ini menjadi bagian solusi dari mengurangi ketergantungan kita mengatasi impor bahan baku dari negara lain,” imbuhnya.

Bentuk kerjasama lain yang bisa dilakukan, sebut Pakde Karwo, bisa dengan wilayah yang memiliki perbedaan iklim, seperti di daerah sebelah katulistiwa. Karena, menurut Pakde Karwo, di wilayah tersebut ada yang sudah hujan dan masih kemarau. Kondisi tersebut biasanya memiliki komoditi unggulan. Dan keunggulan tersebut bisa dilakukan kerjasama perdagangan antar daerah.

“Bisa saja di Kalimantan cabe bagus, tapi di daerah Sulawesi membutuhkan. Juga DKI Jakarta jika ingin mengambil/membeli beras dari daerah lain bisa dilakukan,” pungkasnya. (Red)

Check Also

LAKSDA (P) YUHASTIHAR, JELASKAN NAMANYA SAAT LAKUKAN TEMU WARGA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Laksamana Muda Purn TNI AL Yuhastihar yang diberi amanah Partai PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *