Rabu, 17 Juli 2019, 19:30
Home / NEWS / KEMEN PPPA AJAK TOKOH ADAT DAN AGAMA SELESAIKAN MASALAH PEREMPUAN PAPUA
Menteri Yohana saat memberikan Sambutan di Papua

KEMEN PPPA AJAK TOKOH ADAT DAN AGAMA SELESAIKAN MASALAH PEREMPUAN PAPUA

WAGATABERITA.COM – JAYAPURA. Sektor pembangunan seharusnya melibatkan perempuan dan anak, khususnya di Papua bentuk kekerasan, baik fisik, psikis dan seksual juga permasalahan gender seperti stereotip, marginalisasi, subordinasi, dan beban ganda masih banyak dialami kaum perempuan di Papua.

Sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, “Tidak hanya itu, berbagai masalah juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, khususnya Papua. Mirisnya, masalah tersebut berakar kuat dalam tradisi adat di tanah Papua. Seperti tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan akibat dari maraknya konsumsi minuman keras. Banyak kasus kekerasan hilang begitu saja karena diselesaikan secara kekeluargaan,” ungkapnya didampingi Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan dan Deputi Bidang Kesetaraan Gender, Agustina Erni.

Ditambahkan, tingginya harga mas kawin (mahar) yang ditetapkan dalam pernikahan dapat membebani dan menghalangi perempuan untuk menikah. Dampaknya semakin tinggi angka seks di luar nikah yang berujung masalah baru, yaitu lahirnya anak tanpa akta kelahiran. Akibatnya banyak wilayah di Papua yang tergolong belum Layak Anak.

“Hal ini tentu memerlukan perhatian khusus, maka di sinilah pentingnya sinergi dan kerjasama antara pemerintah, tokoh adat, dan tokoh agama untuk duduk bersama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan terhadap perempuan dan anak di tanah Papua ini. Melalui pertemuan Koordinasi Tokoh Adat dan Tokoh Agama di Papua yang berlangsung hari ini, saya harap dapat memperkuat komitmen kita bersama dalam isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tanah Papua,” tegasnya.

Menteri Yohana foto bersama Tokoh Adat dan Agama Papua.

Dalam hal ini Wakil tokoh adat Papua, Yenggara dan wakil tokoh agama, George menyampaikan rasa terima kasih dan menyambut baik upaya Kemen PPPA yang telah melibatkan tokoh adat dan tokoh agama dalam menyusun program dan kebijakan terkait PPPA. Mereka menegaskan bahwa unsur adat dan agama saling menguatkan, sangat penting dalam mengatasi berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat Papua sehingga program sinergi ini merupakan suatu capaian yang baik dan harus terus ditindak lanjuti.

“Saya meminta kepada para tokoh adat dan tokoh agama, agar dapat berkontribusi dalam memberikan pelayanan untuk memajukan kaum perempuan dan melindungi anak – anak dari kekerasan karena menyelamatkan perempuan dan anak sejak dini merupakan indikator kuat dalam mendukung pembangunan bangsa yang berkelanjutan,” pungkas Menteri Yohana. (Red)

Check Also

RISMA TERTAWA SAAT DIMINTA MAJU MENJADI GUBERNUR DKI JAKARTA 2022

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam Sebuah Video yang diunggah oleh sebuah akun