Rabu, 17 Juli 2019, 20:11
Home / NEWS / WUJUDKAN PROGRAM NAWACITA JOKOWI GUBERNUR KHOFIFAH BAGI BK DESA
Gubernur Khofifah saat menghadiri penyerahan bantuan keuangan pemprov jatim kepada desa di gedung Grahadi.

WUJUDKAN PROGRAM NAWACITA JOKOWI GUBERNUR KHOFIFAH BAGI BK DESA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan bantuan keuangan kepada desa (BK – Desa) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (21/06/2019) sebagai Usaha Pemprov Jatim mewujudkan Nawa Bhakti Satya, khususnya Program Jatim Amanah.

Program BK – Desa sendiri digelontorkan tahun 2019 sebesar Rp. 45,64 Milyar untuk 247 desa dari 23 kabupaten di Jatim. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak Rp. 36,56 Milyar untuk 203 desa.

Surat Keputusan (SK) Gubernur Jatim tentang penetapan Desa Penerima Bantuan Keuangan dari Pemprov Jatim Tahun Anggaran 2019 hanya 78 desa dari 10 Kabupaten sisanya belum terealisasi dengan total anggaran mencapai Rp. 24,850 Milyar.

78 desa itu adalah Kabupaten Banyuwangi (6 desa), Kabupaten Bondowoso (1 desa), Kabupaten Lumajang (1 desa), Kabupaten Situbondo (2 desa), Kabupaten Madiun (4 desa), Kabupaten Sampang (1 desa), Kabupaten Pamekasan (1 desa), Kabupaten Ngawi (8 desa), Kabupaten Ponorogo (5 desa), dan Kabupaten Lamongan (49 desa).

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, “Dana yang bisa disupport untuk percepatan pembangunan pedesaan itu banyak. Ada dari APBN, ada dari APBD provinsi, ada dari APBD Kabupaten/Kota. Kemudian ada juga hibah dari pihak – pihak lain. Tentu sesuai dengan SOP nya,” jelas orang nomor satu di Jatim ini.

Langkah yang senada Program Nawacita Presiden RI Joko Widodo agar setiap kepala desa membangun Indonesia dari pinggiran, “Artinya untuk membangun negara dimulai dari penguatan pembangunan desa,” jelasnya.

Gubernur Jatim Khofifah lakukan penyerahan bantuan keuangan pemprov jatim kepada desa di gedung Grahadi

Menurutnya, keseriusan Presiden Jokowi pada penguatan dana desa harus dilaksanakan. Sebab pengembangan ekonomi desa pendekatannya tidak bisa parsial, dan tidak boleh sektoral. Akan tetapi harus betul – betul integratif dari hulu sampai hilir.

“Misal, hulu adalah sekolah, maka PAUD di lingkungannya masing – masing. Saya mohon para kepala desa juga ikut memperhatikan PAUD dan TK. Ini biasanya basisnya desa. Bahkan posyandu basisnya RT/RW,” katanya.

Gubernur Khofifah mengajak kepala desa menggali berbagai keunggulan wilayahnya masing – masing, “Membuat sesuatu yang menjadi andalan dan unggulan lokal itu menjadi pekerjaan bersama. Sedangkan daya saing menjadi tugas kepala organisasi perangkat daerah (OPD),” ujar Gubernur perempuan pertama di Jatim.

Gubernur Khofifah berharap BK – Desa dapat terjadi percepatan penguatan di desa. Begitu juga dengan infrastrukturnya semakin baik tetapi tidak hanya hal fisik saja, tetapi juga aspek sosialnya. (Red)

Check Also

RISMA TERTAWA SAAT DIMINTA MAJU MENJADI GUBERNUR DKI JAKARTA 2022

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam Sebuah Video yang diunggah oleh sebuah akun