Kamis, 2 Desember 2021, 21:55
Home / MAKASSAR / FAN AJANG PERWUJUDAN PARTISIPASI ANAK SEBAGAI PELOPOR DAN PELAPOR
Kegiatan FAN 2019 Makassar.

FAN AJANG PERWUJUDAN PARTISIPASI ANAK SEBAGAI PELOPOR DAN PELAPOR

WAGATABERITA.COM – MAKASAR. Indah, perwakilan Forum Anak Nasional (FAN) dari Sumatera Utara menjelaskan, “Saya bermimpi menjadi dokter syaraf karena ingin menjadi keajaiban bagi orang lain. Saya yakin Tuhan tidak pernah bercanda menempatkan setiap jalur hidup manusia. Seperti Ir. Soekarno pernah bilang agar kita berani bermimpi setinggi langit karena saat kita jatuh maka kita hanya akan jatuh diatara bintang – bintang,” ujarnya.

Sedangkan Jonathan seorang perwakilan FAN dari Kabupaten Fak – Fak Papua lain lagi, ia ingin sekali dapat mewujudkan mimpi orang tuanya saat kecil dahulu yang tidak terwujud, yaitu menjadi seorang Pendeta.

Impian Indah dan Jonathan mewakili impian dari 514 anak – anak dari seluruh Indonesia yang mengikuti rangkaian kegiatan Forum Anak Nasional dari tanggal 19 – 22 Juli 2019.

“Wujudkan mimpimu. Mulailah dengan memaafkan masa lalu kita, diri sendiri dan orang lain. Memberikan pelayanan terbaik dan memahami orang lain sehingga dengan begitu kita menjadi pribadi yang terbuka dan percaya diri,” ujar Gibran Muhammad presenter dan jurnalis Kompas TV yang diundang sebagai nara sumber.

Para peserta dapat menjadi corong kebhinekaan Indonesia. “Kita lahir sudah berbeda, latar belakang budaya kita juga berbeda dan berbeda itu indah. Itu sebabnya Indonesia akan menjadi ruang yang indah jika kita semua mau menghargai setiap perbedaan,” pungkas Gibran.

Kegiatan FAN di hari kedua diisi dengan kegiatan bertema AKU LIHAT, AKU TAHU. Kegiatan ini berupa observasi dan pemetaan 13 isu yang sudah ditetapkan adalah :

Kegiatan anak di FAN 2019 Makassar.

Kesiapsiagaan bencana, pencegahan dampak negatif teknologi, Informasi dan Komunikasi, perkawinan usia anak, pengasuhan alternative, perilaku hidup bersih dan sehat, isu stunting, kesehatan mental, revolusi mental, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, perlindungan khusus bagi anak pekerja migran, kewirausahaan online dan keberanian untuk berkata jujur.

Ketiga belas isu merupakan gambaran dari 5 (lima) klaster dalam Konvensi Hak Anak. Hasil dari diskusi dan observasi akan dibahas oleh para narasumber diantaranya dari Komisi Pemberantasan Korupsi, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Universitas Andalas, Asian Foundation dan Kementerian Kesehatan. Kegiatan ini adalah salah satu implementasi dari tugas peserta FAN sebagai pelapor dan pelopor.

Forum Anak Nasional sebagai bagian dari Hari Anak Nasional (HAN) dengan mengambil tema “Kita Beda, Kita Bersaudara, Bersama Kita Kuat.” dimulai sejak tahun 2010, FAN menjadi ajang perwujudan prinsip partisipasi anak. Setiap suara, pendapat dan keinginan anak – anak Indonesia akan dituangkan dalam bentuk Suara Anak Indonesia yang diserukan saat puncak peringatan HAN. Minggu (21/07/2019). (Red)

Check Also

PESAN KETUM KE RELAWAN SOGAN DI DEKLARASI JATIM

WAGATABERITA.COM – MALANG. Pribadi Ganjar Pranowo yang santun dan merakyat