Senin, 26 Agustus 2019, 16:50
Home / EKONOMI / STOK MINIM HARGA CABAI MELONJAK TINGGI PEMPROV JATIM GELAR OPERASI PASAR
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim Drajat Irawan saat melakukan Operasi Pasar.

STOK MINIM HARGA CABAI MELONJAK TINGGI PEMPROV JATIM GELAR OPERASI PASAR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Melonjaknya harga cabai beberapa pekan ini cukup meresahkan warga Surabaya, walau harga di sentra produksi hanya mencapai Rp 50 – 60 ribu per kg tetapi para pedagang di beberapa pasar di Surabaya sempat menjual cabai dikisaran harga Rp 80 – 90 ribu per kg.

Langkah cepat diambil oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jatim Drajat Irawan dengan melakukan Operasi Pasar di berbagai Pasar di Surabaya.

Pada kesempatannya Drajat mengatakan, “Kenaikan cabai disebabkan minimnya stok ditingkat hulu atau petani, karena beberapa sentra cabai di Jatim belum memasuki masa panen,” ujarnya saat melakukan Operasi Pasar di Pasar Tambah Rejo, Jumat (02/08/2019).

Menurut Drajat operasi pasar dimaksud unuk membantu masyarakat memperoleh cabai dengan harga murah yakni sebesar Rp. 50 ribu. Di Pasar Tambah Rejo sendiri disediakan 70 kg cabai, dan di Pasar Wonokromo disediakan 50 kg untuk Operasi Pasarnya.

“Masyarakat juga bisa membeli cabai dengan jumlah kecil yaitu 1 ons dengan harga Rp. 5 ribu. Dengan demikian diharapkan masyarakat yang membutuhkan cabai bisa mendapatkan sesuai dengan kebutuhan,” terangnya.

Operasi Pasar Cabai di Pasar Tambah rejo Surabaya.

Operasi pasar akan terus diselenggarakan sampai harga stabil yaitu diprediksi akhir Agustus atau awal September 2019, ”Di beberapa daerah, beberapa Kabupaten/Kota sudah menyelenggarakan operasi pasar cabai sejak tanggal 16 Juli 2019, sebagai contoh di Kediri,” tambahnya.

Melihat data Dinas Pertanian (Distan) Jatim, komoditi cabai pada April – Mei 2019 sempat mengalami over produksi. April 2019 lalu mencapai 77.171 ton dan Mei 2019 mencapai 32.136 ton tetapi produksi cabai mulai turun pada Juni 2019 mencapai 23.437 ton. Tren tersebut terus berlanjut pada Juli 2019 mencapai 17.353 ton. (Red)

Check Also

MESKI KEKURANGAN MEREKA MAMPU TAMPIL MEMUKAU DAN MENGHARUKAN PENONTON

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kegiatan yang diadakan Ikatan Wartawan Online (IWO)