Jumat, 5 Juni 2020, 9:37
Home / MALANG / TINJAU SOSIALISASI PSBB MALANG RAYA KHOFIFAH HARAP PENERAPAN GANJIL GENAP DI PASAR BISA DITERAPKAN WILAYAH LAIN
Gubernur Jatim Bersama Forkopimda Jatim Meninjau Langsung Penerapan Physical Distancing Ganjil Genap Di Pedagang Pasar Klojen Kota Malang

TINJAU SOSIALISASI PSBB MALANG RAYA KHOFIFAH HARAP PENERAPAN GANJIL GENAP DI PASAR BISA DITERAPKAN WILAYAH LAIN

WAGATABERITA.COM – MALANG. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan diterapkan di Malang Raya ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi pada masyarakat agar memahami aturan PSBB yang dalam hal ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Forkopimda Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangdivif II Kostrad serta Kasko Armada II turun langsung meninjau kesiapan pelaksanaan PSBB di Malang Raya di  pasar tradisional di Kota Malang.

Dengan melakukan format Ganjil Genap di pasar tradisional menjadi penting guna menjaga roda perekonomian sekaligus menjaga kesehatan penjual dan pembeli, “jangan sampai pasarnya tutup, proses jual beli perdagangan tetap jalan, tetapi menjaga kesehatan juga harus dilakukan,” ungkap Gubernur Khofifah seusai berkeliling meninjau Pasar Klojen, Kota Malang pada Kamis (14/05/2020).

Gubernur perempuan Jatim pertama ini berharap format ini dapat diikuti pasar lainnya yang mendapat informasi hari ini empat pasar dan besok menurut Walikota Malang akan dikembangkan di  26 pasar lainnya, “besok, kata Pak Wali, 26 pasar di kota Malang akan menggunakan ganjil genap semua. Semoga efektif untuk menjaga perekonomian masyarakat tetapi kesehatan tetap terlindungi,” tuturnya.

Dengan acuan memberi nomor pada stand format ganjil genap diterapkan pada penjual untuk berjualan yang awal ini diperbolehkan nomor ganjil yang berjualan sedang nomor genap besok, “masing – masing penjual sudah tau, bahwa hari ini yang ganjil yang berjualan. Besok yang genap yang berjualan,” imbuhnya.

Gubernur Jatim Bersama Jajaran Forkopimda Jatim Meninjau Langsung Pedagang Sayur dan Daging Di Pasar Klojen Kota Malang.

Format ini akan membuat sebagian stand kosong sehingga Physical Distancing pun bisa tetap terjaga termasuk penempatan hand sanitizer dan pengukuran suhu tubuh di pintu masuk pasar agar securitas pada penjual dan pembeli tetap terjaga “jadi Physical Distancing berseiring dengan proses perekonomian supaya roda ekonomi tetap bergulir,” ujar Gubernur yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI itu.

Gubernur Khofifah menyampaikan agar format ganjil genap juga bisa diterapkan di wilayah selain Malang Raya, “format ini tidak hanya untuk yang sedang PSBB, saya rasa se – Jawa Timur dan daerah – daerah lain juga bisa dijadikan role model,” tutup Khofifah dalam wawancaranya yang juga didampingi Walikota Malang Sutiaji. (Red)

Check Also

TAK ADA YANG KEBAL PADA CORONA GUBERNUR HARAP PASIEN SEMBUH EDUKASI MASYARAKAT AGAR WASPADA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA Peningkatan korban positif Covid – 19 tak