Minggu, 22 September 2019, 6:41
Home / NEWS / HUKUM / RUBAH SYARAT DAN TAK BERI HADIAH LOMBA GRAB DIGUGAT DENDA 2 M
Logo Grab

RUBAH SYARAT DAN TAK BERI HADIAH LOMBA GRAB DIGUGAT DENDA 2 M

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Sebuah gugatan perbuatan melawan hukum diajukan Zico Leonard Djagardo Simanjuntak (Zico) melalui kuasa hukumnya Dr. David Tobing terhadap PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor 527/PDT.G/2019/PN.Jkt.Pst.

Awal terjadinya gugatan ini bermula ketika Grab sebagai Tergugat I mengadakan program ‘challenge’ (tantangan) yang konsumennya dapat memilih berbagai jenis tantangan, bila berhasil menyelesaikan maka Grab akan memberikan hadiah sehingga Zico sebagai pengguna aplikasi Grab mengikuti tantangan ‘Jugglenaut,’ yaitu naik Grab sebanyak 74 kali.

“Setelah menyelesaikan tantangan Jungglenaut, Zico mendapatkan notifikasi hadiah namun ternyata Zico tidak menerima hadiah yang dijanjikan tersebut, yaitu saldo OVO senilai Rp 1.000.000,” Ungkap David kuasa hukumnya.

Lalu dilakukan pengecekan melalui aplikasi Grab yang ternyata ada syarat dan ketentuan yang berubah secara tiba – tiba, dan perubahan tersebut didasari pencantuman klausula baku berupa “Grab berhak untuk mengubah Syarat dan Ketentuan tantangan tanpa pemberitahuan sebelumnya,” terangnya.

Diketahui tindakan Grab merubah aturan secara sepihak merupakan pelanggaran pasal 18 ayat 1 huruf G Undang – Undang Perlindungan Konsumen dan tindakan Grab yang tidak memberikan hadiah sebagaimana yang dijanjikan kepada Zico adalah perbuatan melawan hukum karena menjanjikan pemberian hadiah dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya (melanggar pasal 13 ayat (1) Undang – Undang Perlindungan Konsumen).

Diketahui dalam hal ini Grab juga memuat konten yang dilarang dalam surat edaran Menkominfo Nomor 5 Tahun 2016 tentang batasan dan tanggung jawab penyedia platform dan pedagang perdagangan melalui sistem elektronik (Electronic Commerce) yang berbentuk user Generated Content, yaitu konten yang memiliki unsur ketidak jujuran.

Dalam hal ini selain Grab digugat juga Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Menkominfo) sebagai Tergugat II karena dianggap tidak melakukan bimbingan dan pengawasan kepada Grab sehingga merugikan konsumen seperti Zico.

Dalam petitumnya Penggugat menuntut antara lain :

1. GRAB memberikan ganti rugi materil kepada Penggugat sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) dan ganti rugi imateril sebesar Rp. 2.000.000.000,- (dua miliar rupiah).

2. Grab untuk melakukan permintaan maaf dan memuatnya di media cetak harian Kompas dan Bisnis Indonesia ½ (setengah halaman) dan di website resmi Grab selama 7 hari berturut – turut.

3. Menteri Komunikasi dan Informatika untuk mencabut ijin terkait status Grab sebagai Penyedia Platform Melalui Sistem Elektronik.

David menambahkan jumlah Ganti rugi imateril diadopsi dari denda maksimal yang dapat dikenakan atas pelanggaran ketentuan Undang – Undang Perlindungan Konsumen, khususnya pelanggaran terhadap larangan pencantuman klausula baku yang dilarang yaitu sebesar Rp 2.000.000.000,- (Dua milyar rupiah), dan hukuman pencabutan ijin juga sebagai hukuman tambahan yang diatur dalam Undang – Undang Perlindungan Konsumen.

Lebih lanjut David mengatakan bahwa tujuan gugatan ini selain untuk penegakan hukum juga untuk mengingatkan Grab agar melindungi hak – hak konsumen yang menggunakan platform/aplikasi miliknya.

Ketua Komunitas Konsumen Indonesia ini melanjutkan, “Kemungkinan ada banyak konsumen yang dirugikan dan tindakan Grab tersebut diduga telah memenuhi unsur pidana menurut UUPK maupun KUHP, kami masih mencadangkan hak kami untuk melaporkan ke Kepolisian RI” pungkasnya. (Red)

Check Also

BERIKUT POIN RUU KPK YANG DITOLAK DAN DITERIMA PRESIDEN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Presiden Joko Widodo menggelar jumpa pers untuk