Minggu, 20 Oktober 2019, 1:17
Home / JAKARTA / TULIS DENNY JA PADA PILIHAN POLITIK JOKOWI APA SAMA SEPERTI PUISI ROBERT FROST
Denny JA.

TULIS DENNY JA PADA PILIHAN POLITIK JOKOWI APA SAMA SEPERTI PUISI ROBERT FROST

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jokowi mungkin terpana. Menjelang pelantikan jabatan presiden yang kedua, dan seterusnya, sejarah memintanya untuk memilih jalan.

Ini bukan pilihan biasa. Ini pilihan yang membuatnya dikenang membawa Indonesia kemana. Apa daya Indonesia yang kini ini pimpin sedang mencari identitas.

Dalam RUU KUHP, pidana seksual, ada dua jalan. Pertama, itu jalan hak asasi manusia, yang tak ingin masuk ke ranah pribadi, membebaskan pilihan itu pada individu.

kedua, itu jalan yang ingin mengkriminalkan hubungan seksual di luar pernikahan termasuk LGBT. Ini jalan yang menjadikan ajaran agama menjadi hukum nasional, berbeda dengan prinsip hak asasi manusia.

Dalam Revisi KPK, juga ada dua jalan. Pertama, jalan yang diminta tokoh masyarakat, civil society, gerakan mahasiswa. Ialah jalan Perppu karena UU KPK yang baru dianggap menurunkan komitmen Jokowi pada pemberantasan korupsi.

Kedua, jalan yang diminta umumnya partai koalisi. Ialah jalan yang tetap meneguhkan UU revisi KPK itu, yang membuat KPK lebih bisa dikendalikan oleh presiden. Bukankah dalam UU KPK yang baru, yang berkuasa Dewan Pengawas, yang dipilih presiden sendiri?

Dua jalan di hadapan Jokowi. Yang mana yang akhirnya ia pilih? Yang ia pilih bukan saja akan mengubah citra publik atas Jokowi. Tapi juga mengubah Indonesia.

Sayapun teringat puisi terkenal Robert Frost : The Road Not Taken. Akankah Jokowi, sebagaimana Robert Frost, memilih jalan yang jarang ditempuh, tapi mengubah segala.

Saya lampirkan puisi Robert Frost yang saya terjemahkan bebas. Ini hanya cuplikan saja dari puisi itu.

Denny JA Pilihan Politik Jokowi Dan Puisi Robert Frost.

Jalan yang Tak Dipilih
Robert Frost

Dua jalan bercabang dalam hutan kehidupan.
Dan sayangnya, tak bisa kutempuh keduanya.

Sebagai pengembara, aku berdiri lama.
Kupandang satu jalan itu sejauh aku bisa.
Kemana kelokannya mengarah di balik semak belukar.

Kemudian kupandang jalan satunya, sama bagusnya.
Dan mungkin lebih bagus.
Jalan itu lebih segar, lebih mengundang.
Agaknya itu jalan sudah banyak dilalui.
Rumputnya lebih rapih.

Pagi itu kedua jalan sama membentang.
Tapi Kutempuh jalan yang jarang dilalui.
Dan itu mengubah segala, Senin (30/09/2019). (Red)

Check Also

INI CATATAN KAKI JODHI YUDONO KETUM IWO SELAMAT JALAN PAK AUGUST PARENGKUAN

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pak August Parengkuan (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 1