Selasa, 12 November 2019, 10:13
Home / NEWS / TIM PENGABDIAN MASYARAKAT UK PETRA DILIBATKAN UNTUK WUJUDKAN DESA WISATA
Foto bersama Dosen UK Petra dengan warga Desa Wisata.

TIM PENGABDIAN MASYARAKAT UK PETRA DILIBATKAN UNTUK WUJUDKAN DESA WISATA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Program Pendampingan Desa Mitra (PPDM) termasuk program Pemerintah Indonesia yang berupaya mewujudkan desa wisata bersama tenaga ahli dari empat Dosen UK Petra Surabaya yang mendapat dana hibah pendanaan sebesar Rp 450 juta, Sabtu (19/10/2019).

Dalam hal ini Anik Juniwati, S.T., M.T., sebagai ketua tim Pengabdian Masyarakat UK Petra menyampaikan, “program ini dilaksanakan selama tiga tahun, pertahunnya mendapatkan Rp 150 juta kemudian dievaluasi apakah memenuhi target,” urainya.

Tim Pengabdian Masyarakat dari UK Petra yang mendapatkan hibah PPDM ini terdiri dari Anik Juniwati, S.T., M.T., Dosen Program Studi Arsitektur, Dr. Rudy Setiawan, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Sipil, Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D., dari Program Studi Magister Manajemen dan Devi Destiani Andilas, S.T., M.Par., dari Program Manajemen Kepariwisataan.

Lokasi jujungan tim abdimas UK Petra adalah Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang yang berjarak ± 83 km arah barat daya Kota Surabaya, di kaki Gunung Anjasmoro dengan lahan seluas ± 2 ha dikenal dengan Bukit Pencaringan.

Di lokasi ini akan dikembangkan sebagai desa wisata yang Masyarakat Desanya mendapat pendampingan dari PPDM yang bertujuan mendukung target Pemerintah pada tahun 2019, Indonesia harus memiliki 2000 desa wisata se – Indonesia.

“Desa Jarak ini ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai salah satu Desa agrowisata di Kecamatan Wonosalam yang melihat dari banyaknya potensi alam, pertanian atau perkebunan, peternakan hingga budaya,” tambah Anik.

Suasana proses peletakan batu pertama di Desa Wisata Jarak.

Dua hal besar yang dilakukan tim abdimas UK Petra yakni pembangunan fisik dan pendampingan pengelolaan pariwisatanya dengan menggunakan konsep Community – Based – Tourism (CBT), sebuah pendekatan pembangunan dan pengembangan kepariwisataan berbasis komunitas.

Sehingga melibatkan warga sangat diperlukan, “Keterlibatan warga sangat diperhatikan mulai perencanaan, implementasi hingga pengendalian dimana warga desa Jarak harus ikut terlibat. Kami juga akan membekali kemampuan warga untuk mengolah, mengemas hasil bumi hingga mengelola wisata yang berdaya saing,” urai Serli Wijaya, S.E., M.Bus., Ph.D, salah satu anggota tim Abdimas.

Tahun pertama abdimas UK Petra fokus pada pendampingan untuk menyusun Rencana Induk Pengembangan (RIP) Desa Wisata Jarak dengan identifikasi insfrastruktur yang tersedia dan pemetaan lahan yang akan dibangun sesuai rumusan RIP desa wisata dan Pemerintah Desa sudah memulai menyiapkan akses jalan menuju lokasi wisata sesuai dengan program dan dana APBDes beserta Kemenpar.

Ditahun pertama ini peletakan batu pertama pembangunan sentra wisata di Bukit Pencaringan dilakukan, “Rencananya sebelum acara peletakan batu pertama ini akan ada kegiatan pelatihan penyusunan paket wisata. Peletakan batu pertama ini akan dilakukan oleh Plt. Kepala Desa (Amirul Salim) atau Lurah Desa Jarak bersama dengan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra yaitu Dr. Drs. Ribut Basuki, M.A,” ungkap Anik. (Red)

Check Also

ADA MASALAH PADA PEKERJAAN DAN LINGKUNGAN KERJA ANDA DISINI SOLUSINYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pekerjaan adalah hal rutin dilakukan kebanyakan