Selasa, 12 November 2019, 9:48
Home / INTERNASIONAL / JOKOWI AJAK NEGARA ASEAN KERJA SAMA TOLAK LIMBAH DAN SAMPAH
Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada KTT ke - 14 Asia Timur.

JOKOWI AJAK NEGARA ASEAN KERJA SAMA TOLAK LIMBAH DAN SAMPAH

WAGATABERITA.COM – THAILAND. Sejumlah limbah bahan berbahaya dan beracun belakangan ini sering diterima oleh sejumlah negara Asean dari beberapa negara termasuk di kawasan Asia Timur, “Tentunya kita semua tidak ingin kawasan Asia Tenggara, menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun,” ucap Presiden Joko Widodo ketika berbicara pada KTT ke – 14 Asia Timur yang berlangsung di Impact Exhibition and Convention Center, Bangkok, Thailand.

Presiden menambahkan hal ini tentu saja melanggar aturan internasional mengenai limbah plastik dan limbah beracun berbahaya sehingga kerja sama penanganan limbah B3 dan sampah plastik merupakan usulan yang disampaikan Presiden Jokowi termasuk usulan infrastruktur dan konektivitas di Indo – Pasifik, Selasa (05/11/2019).

Presiden menjelaskan Indonesia telah mengambil langkah pemberitahuan melalui Kedutaan Besar dan mengirim kembali container ke pelabuhan asal pengiriman, “Law enforcement juga kami lakukan bagi pihak yang terlibat di dalam negeri. Indonesia mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur. Untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai dengan kesepakatan internasional,” ucap Presiden.

Selain limbah B3, kawasan Asia Timur juga menghadapi tantangan sampah plastik laut yang jika tidak diatasi segera maka ekosistem laut di kawasan Indo – Pasifik akan rusak, “tahun lalu, kita sepakat menanggulangi sampah plastik laut termasuk mendorong negara Asia Timur untuk memiliki rencana aksi nasional memerangi sampah plastik laut,” kata Presiden.

Foto bersama pertemuan pada KTT ke – 14 Asia Timur.

Presiden menambahkan Indonesia saat ini sedang menjalankan strategi Nasional untuk menangani sampah laut, dari hulu ke hilir, “Saya optimis Indonesia bisa mencapai target pengurangan sampah laut hingga 70% di tahun 2025. Saya berpandangan negara EAS harus dapat mendorong gerakan global anti sampah plastik,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi berpandangan gerakan global ini melibatkan sektor swasta aktivis lingkungan, generasi pemuda dan milenial, “Saya berharap negara di kawasan Asia Timur tetap konsisten dalam memerangi sampah plastik dan limbah berbahaya,” ungkap Presiden.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang turut hadir menyampaikan jumlah container yang diterima di Indonesia sebanyak 2.194 container hingga Oktober 2019, “Pihak Bea dan Cukai dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah melakukan pemeriksaan terhadap 882 container, dan 374 container sudah dikembalikan ke negara asalnya,” ucap Retno.

Check Also

LIMA MOBIL TABRAKAN BERUNTUN JALAN TOL MACET LEBIH 5 KM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kecelakaan terjadi siang ini di jalan tol Porong