Minggu, 8 Desember 2019, 17:39
Home / BOGOR / HABISKAN MILIARAN RUPIAH UNTUK DIBAKAR KEMEN PPPA AJAK GUNAKAN YANG BERMANFAAT
Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin hadiri Workshop Peran Forum Anak sebagai 2P (Pelopor & Pelapor).

HABISKAN MILIARAN RUPIAH UNTUK DIBAKAR KEMEN PPPA AJAK GUNAKAN YANG BERMANFAAT

WAGATABERITA.COM – BOGOR. Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin hadiri Workshop Peran Forum Anak sebagai 2P (Pelopor & Pelapor) mengenai Bahaya Rokok dan Pentingnya Kesehatan Reproduksi dengan maksud melakukan upaya penyadaran terhadap seluruh pihak demi menekan penggunaan rokok bagi anak – anak dan memengaruhi Pemerintah Daerah agar membuat aturan terkait larangan merokok termasuk akan dimulai dari anggota keluarga yang merokok, Minggu (01/12/2109).

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan pada 2018, 25% anak berusia 15 – 19 tahun merokok 1, 2, 3 batang per hari, “anak – anak Indonesia berhak atas udara bersih, asap yang terbebas dari bahaya rokok. Berdasarkan analisis kerugian, konsumsi rokok oleh anak yang berusia 15 – 19 tahun telah menghabiskan berkisar Rp 68,14 miliar per hari. Hal ini berarti sebesar Rp 24,87 triliun per tahun uang telah terbakar percuma. Padahal, jumlah uang tersebut bisa menghasilkan 16,6 miliar telur bagi 22,16 juta anak per tahun atau dua telur bagi anak usia 15 – 19 tahun per hari, sehingga menghindarkan mereka dari risiko stunting,” ujar Lenny.

Ketua Junior Doctor Network Indonesia, Dokter Andi Khomeini Takdir Haruni menjelaskan Anak terpapar asap rokok (perokok pasif) lebih rentan mengalami asma, alergi, infeksi telinga, dan eksim. Bayi, bisa mengalami Sudden Infant Death Syndrom (SIDS), “sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal dalam satu kotak yang sama, yakni berkisar 10 meter persegi yang diisi oleh 5 – 10 anggota keluarga. Jika ada anggota keluarga yang merokok, alhasil yang mereka hirup adalah tujuh ribu bahan kimia, dan 250 di antaranya adalah bahan kimia berbahaya. Seorang ibu yang merokok juga akan memengaruhi bayi yang lahir dari rahimnya, bayi yang lahir akan berukuran lebih kecil dari ukuran bayi pada umumnya. Bayi yang terpapar asap rokok juga akan mengalami keterlambatan pada tumbuh kembangnya,” tuturnya.

Foto bersama Workshop Peran Forum Anak sebagai 2P (Pelopor & Pelapor).

Tips dari Influencer, Wildanshah juga didapat di Workshop tersebut, “dalam membuat konten media sosial, sebisa mungkin teman – teman FA harus memmastikan bahwa narasi yang dibangun kuat dan konsisten, dapat ditiru atau dikembangkan oleh netizen, relevan sesuai situasi dan kondisi, dan tak kalah penting dapat menggugah emosi dari netizen untuk melakukan pesan yang teman – teman FA sampaikan,” tutur Wildan Shah.

Lenny melanjutkan, “anak telah menjadi target dari perusahaan rokok. Jika anak telah merokok sejak usia anak, maka di usia selanjutnya mereka akan tetap merokok. Kami berharap FA sebagai pelopor dan pelapor bisa menjauhkan teman – teman sebayanya untuk tidak mengonsumsi rokok dan mendorong Pemerintah di daerahnya masing – masing untuk membuat aturan terkait larangan merokok. Hal ini bisa diawali dari keluarga dan lingkungan terdekat,” tutupnya. (Red)

Check Also

PERINGATAN HDI KEMEN PPPA TEKANKAN ANAK DISABILITAS PUNYA HAK PERAWATAN DAN PENGASUHAN YANG BAIK

WAGATABERITA.COM – BANDUNG. Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan