Minggu, 8 Desember 2019, 18:09
Home / NEWS / HUKUM / KEMEN PPPA MINTA PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK DI PADANG DIHUKUM MAKSIMAL
Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar.

KEMEN PPPA MINTA PELAKU KEJAHATAN SEKSUAL PADA ANAK DI PADANG DIHUKUM MAKSIMAL

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar didampingi Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Eksploitasi Kemen PPPA, Valentina Gintings, perwakilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Sitti Hikmawatty dan Anggota Banggar DPR RI, Lisda Hendrajoni, mengunjungi TR (12), korban kekerasan seksual di Kota Padang, Sumatera Barat yang terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Selasa (03/12/2019).

Usai bertemu ibu korban, Nahar katakan, “sampai hari ini dari sisi medis, penderitaan korban tak terbayangkan dan tentu penderitaan psikis kita nggak pernah tau sedalam apa. Kami mendorong agar proses perawatan medis dan perawatan psikisnya bisa dilakukan secara paralel, agar korban terselamatkan dan kondisinya membaik,” katanya.

Kondisi TR lemah usai mengalami pendarahan di bulan Maret 2019 ketika terdiagnosa kanker rektum stadium 4, diduga akibat kekerasan seksual yang dialaminya “kunjungan ini adalah tindak lanjut dari laporan yang masuk ke Menteri PPPA, Bintang Puspayoga. Kami berharap hasil pemeriksaan dan perawatan di sini akan lebih baik. Kami akan bekerjasama dengan pendamping dan terus pantau penanganannya agar bisa dilaksanakan sebaik – baiknya oleh pihak terkait. Korban harus mendapat penanganan serius terkait perlindungan dan pemenuhan haknya” pungkas Nahar.

Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar saat bertemu orang tua anak korban pelecehan seksual.

Pelaku AU (63) tertangkap Kepolisian Resor Kota Padang di daerah Kerinci, Jambi setelah buron selama beberapa bulan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. “bentuk kekerasan seksual ini sudah sangat keterlaluan, ini kejahatan serius. Memang sudah tidak ada pilihan lain kalau memenuhi unsur – unsur kejahatan seksual khususnya yang terkait Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dapat dikenakan hukuman tambahan. Maka tidak ada kata lain, beri hukuman seberat – beratnya,” tegas Nahar.

Kemen PPPA akan terus mengawal kasus ini dan akan berkoordinasi dengan daerah, “agar selama korban di Jakarta dan tersangka melakukan proses penyidikan di daerah, kami berharap perkembangannya bisa kami pantau. Dengan ancaman hukuman maksimal, kita berharap orang lain akan tahu bahwa untuk kasus – kasus seperti ini tidak ada toleransi meringankan atau bahkan pertimbangan – pertimbangan lain yang tidak berpihak terhadap korban yang penderitaannya sudah sangat luar biasa. Kami berharap dapat menggunakan sanksi maksimal bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak,” tutup Nahar. (Red)

Check Also

BANYAK BAWAHAN KENA OTT APA PIMPINAN KEJATI DKI HARUS BERTANGGUNG JAWAB

WAGATABERITA.COM – JAWA BARAT. Tim pengamanan sumber daya organisasi (Tim Pam SDO) melakukan operasi tangkap …