Senin, 27 Januari 2020, 18:57
Home / EKONOMI / INSPIRASI / ANGKAT DAYA MINAT JAMU BERAS KENCUR MAHASISWI UK PETRA INOVASI PACKAGING MENARIK
Ellen Mahasiswi Petra

ANGKAT DAYA MINAT JAMU BERAS KENCUR MAHASISWI UK PETRA INOVASI PACKAGING MENARIK

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Minuman jamu beras kencur saat ini kurang begitu banyak digemari masyarakat umumnya, hal itu dirasakan Ellen Violetta, seorang mahasiswi Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UK Petra). Sehingga Ellen berinovasi membuat packaging menarik untuk daya tarik jamu khas Indonesia tersebut.

“Sebagai minuman tradisional Indonesia, banyak orang mulai meninggalkan jamu. Menurut saya ada banyak faktor yang menyebabkan hal ini, salah satunya faktor kemasan. Kemasan jamu yang ada saat ini memang kurang menarik secara visual sehingga mengurangi minat orang untuk mencoba atau membeli produk jamu tersebut,” ungkap mahasiswi semester tujuh ini dengan membuat kemasan berkesan modern dan tradisional.

Salah satu problem beras kencur adalah endapan di dasar botol yang merupakan sari beras kencur yang bagi orang awam dan anak – anak muda yang belum pernah mencoba beras kencur, menganggap bubuk tersebut ampas padahal bubuk yang ada di dasar botol sebenarnya merupakan sari beras kencur yang bermanfaat, sehingga sebelum meminumnya harus di balik atau dikocok terlebih dahulu agar mendapatkan menfaatnya.

Dalam mengatasi problem tersebut, Ellen mendesain tiga hal yaitu desain label botol yang dibuat menggelitik rasa penasaran orang, serta desain box dan sachet diberi ilustrasi gambar proses membuat jamu zaman dahulu, proses menumbuk, memasak kemudian dituang dalam botol lalu di jual berkeliling dengan cara digendong serta ditambahkan motif batik dalam kemasan jamu agar tetap mengingat bahwa minuman jamu ini merupakan bagian dari Indonesia dan tak melupakan bahwa zaman dahulu ibu – ibu menjual jamu dengan ciri khas menggunakan rok panjang batik.

Kemasan jamu beras kencur Inovasi Mahasiswi Petra Ellen.

Kemasan botol kaca dipakai agar tidak menambah limbah plastik dan mudah di daur ulang, “jika kemasan botol berdiri normal maka terlihat wajah seorang ibu – ibu layaknya penjual jamu akan tetapi jika dibalik maka terlihat seperti wajah tuan putri. Jadi harapannya dapat mengundang rasa penasaran karena ingin melihat seperti apa wajahnya bila di balik dan pada akhirnya sari tersebut turun kebawah dan tercampur,” ujar mahasiswi angkatan 2016.

Hasil dari Inovasi unik ini Ellen berhasil meraih juara 1 untuk kategori Packaging Design dalam kompetisi Ultigraph yang digelar oleh Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta. (Red)

Check Also

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa