Senin, 27 Januari 2020, 20:30
Home / NEWS / HUKUM / USAI UNJUK RASA PROTES PERUSAHAAN TAMBANG MAHASISWA UHO DITEBAS PARANG ORANG TAK DIKENAL
Mahasiswa UHO yang mengalami tebasan parang dari orang tak dikenal.

USAI UNJUK RASA PROTES PERUSAHAAN TAMBANG MAHASISWA UHO DITEBAS PARANG ORANG TAK DIKENAL

WAGATABERITA.COM – KENDARI. Mahasiswa Haluoleo (UHO) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi unjuk rasa damai di halaman kantor Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dalam rangka menyuarakan hak masyarakat terkait aktivitas tambang yang ada di Konawe Utara (Konut).

Usai melakukan aksi damai tersebut para Mahasiswa lalu kembali Fakultas Kehutanan UHO untuk melakukan kegiatan belajar, sambil menunggu staf akademik mengurus persiapan Kuliah Kerja Nyata (KKN) beberapa Mahasiswa duduk di halaman jurusan.

Kemudian tiba – tiba muncul dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion dengan ciri – ciri perawakan gemuk dan yang di bonceng memiliki brewok memegang parang langsung menebas para mahasiswa dan langsung melarikan diri.

Para Mahasiswa juga lari menghindari tebasan tetapi naas salah satu diantara mereka bernama Muhammad Iksan (23) jurusan kehutanan langsung tumbang bersimbah darah dengan luka sobek sekitar kepala terkena sabetan parang dari orang yang tidak dikenal tersebut.

Perlakuan dua orang yang diduga preman suruhan yang diduga berkaitan dengan aksi unjuk rasa Mahasiswa itu mendapat kecaman keras dari Ketua Tamalaki Sulawesi Tenggara (Sultra), Alfian Anas, “Saya selaku ketua Tamalaki beserta teman lainnya akan segera mencari pelaku dan kami tidak akan diam saja. Pihak kepolisian kami harap secepatnya menangkap pelaku,“ kata Pian sapaan akrabnya seperti dikutip petasultra.com Jumat (03/01/2020).

Selain Anggota Tamalaki Iksan juga salah satu aktivis dan kader terbaik HMI, melihat anggotanya ditebas Ketua HMI Muh Gilang Anugrah Cabang Konsel angkat bicara, “kami akan mempresure kasus ini sampai pelaku di tangkap, tadi sore kami sudah adakan konsolidasi besar – besaran untuk aksi hari senin, bukan hanya preman – premannya tapi dengan bos tambangnya (dirut) tersebut harus di usut tuntas terkait penebasan saudara kami” terang MGA.

Diketahui korban yang mengalami luka parah karena tebas parang disekitar kepala saat ini dirawat di Puskesmas Kemaraya yang dijahit sebanyak 15 jahitan dalam dan luar tubuh ini kondisinya masih selamat. (Red)

Check Also

BAWA SABU 8 KG BNNP JATIM TANGKAP DUA WANITA DAN SATU PRIA DI HOTEL SURABAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Peredaran narkoba saat ini tak lagi hanya dilakukan pria