Senin, 27 Januari 2020, 20:42
Home / NEWS / KEMBALI DARI UMROH KHOFIFAH LANGSUNG ADAKAN RAPAT DI BANDARA JUANDA BAHAS BENCANA
Gubernur Khofifah

KEMBALI DARI UMROH KHOFIFAH LANGSUNG ADAKAN RAPAT DI BANDARA JUANDA BAHAS BENCANA

WAGATABERITA.COM – SIDOARJO. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu pergi menunaikan ibadah umroh yang hari ini Rabu (08/01/2020) pagi telah tiba kembali di tanah air dan mendarat di Bandara Juanda Sidoarjo.

Didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, Khofifah langsung memimpin rapat tanggap bencana di Jatim dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi vertikal terkait di VIP Room Juanda begitu pesawat yang ditumpangi mendarat di bandara Juanda.

Penanganan bencana dilakukan antisipasi secara komprehensif dan dalam mengantisipasi hal – hal yang sifatnya butuh penanganan cepat dan langsung melakukan respon perlu dilakukan bersama – sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dan instansi terkait pinta Khofifah.

Dengan memperkuat konektivitas antar OPD diharapkan respon bisa lebih cepat dalam menangani bencana sehingga bisa menjadi implementasi early warning system, “kita harus melakukan sesuatu yang serius. Agar respon cepat menangani bencana, konektivitas harus bisa mengkoneksikan dengan OPD terkait,” menurut orang nomor satu di Jatim ini.

Untuk penanganan banjir bisa dilakukan dengan memasang biopori pada rumah, lubang resapan biopori membantu air segera masuk ketanah, “seluruh yang mengurus IMB diharapkan memasang biopori sesuai dengan proporsional lahan rumah. Sebab, setiap rumah seharusnya memiliki biopori,” minta Khofifah.

Gubernur Khofifah didampingi Wagub Jatim Pimpin Rapat Tanggap Bencana di VIP Room Juanda.

Ditegaskan perlunya ada pengawasan dan ketegasan terhadap penambangan pasir ilegal atau liar. Sebab itu berdampak pada lingkungan contoh pengambilan pasir di Plumbang sangat dekat dengan tanggul yang jebol, “semua yang terkait, saya minta ada keseriusan dari seluruh OPD Pemprov Jatim dan Instansi dari KemenPUPR. Untuk keamanan perlu dipasang tanda dilarang mengambil pasir,” tegas mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi.

Pada kesempatan ini Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak meminta kepada OPD agar lebih memperhatikan aturan early warning system dan action plan dalam penanganan bencana, perlu ada penanganan yang tegas terhadap penambangan pasir ilegal, “jadi konsepnya tidak hanya menutup tetapi harus ada pembenahan,” pungkasnya.

Turut serta dalam rapat tersebut Gubernur dan Wagub Jatim, Sekdaprov Jatim, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Instansi Vertikal dari Kementerian PUPR. (Red)

Check Also

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa