Minggu, 29 Maret 2020, 3:45
Home / NEWS / GUBERNUR KHOFIFAH DIKUKUHKAN KELUARGA KEHORMATAN SEDULUR SINGKEP OLEH MASYARAKAT SAMIN
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

GUBERNUR KHOFIFAH DIKUKUHKAN KELUARGA KEHORMATAN SEDULUR SINGKEP OLEH MASYARAKAT SAMIN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sedulur singkep (saudara singkep) adalah kelompok masyarakat yang menjalankan kehidupan sehari – hari sesuai ajaran Samin berupa pengetahuan lokal dan interaksi antara manusia dengan alam dan termasuk salah satu tradisi dan budaya Jawa.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa akan dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan sedulur sikep masyarakat samin Bojonegoro digelar di area Tugu Samin Desa Jipang, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (23/02).

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Benny Sampirwanto menjelaskan, “sebelum pengukuhan, kedatangan Gubernur akan disambut dengan karawitan khas masyarakat Samin dan kesenian Oklik Bojonegoro. Selanjutnya pengukuhan akan dilakukan oleh sesepuh warga Samin, Mbah Hardjo Kardi,” ujarnya Sabtu (22/02/2020).

Penyerahan sertifikat Ajaran Samin Surosentiko Bojonegoro sebagai Warisan Tak Benda dari Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan RI juga akan dilakukan oleh Gubernur Khofifah kepada Mbah Hardjo Kardi yang disambung penyerahan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus dan penyerahan bantuan Mesin Tenun secara simbolis.

Selanjutnya Gubernur akan mengikuti panen raya jagung hasil pertanian masyarakat Samin di lahan Perhutani KPH Ngawi Petak 5 dengan didampingi Bupati Bojonegoro Ana Muawanah akan beramah tamah lebih dulu di rumah Mbah Hardjo Kardi selaku sesepuh Samin, sebelum menyerahkan gunungan sebagai tanda dimulainya pagelaran Wayang Thengul khas Bojonegoro.

Diketahui pencaharian masyarakat Samin di Bojonegoro adalah petani yang menerapkan sistem pertanian yang tetap menjaga keseimbangan alam dengan motto hidup seharusnya berasal dari dan untuk alam artinya tidak menggunakan bahan kimia, membuat alat pertanian sendiri dengan cara memande, hasil pertanian yang secukupnya untuk makan sehari – hari tanpa berpikir untung rugi karena yang terpenting adalah sebuah rasa ‘cukup.’

Mereka menjalani hidup sederhana dengan rumah terbuat dari papan kayu, tegal dan sawah yang hijau nan luas tetap asri terhiasi dengan jalan setapak yang belum beraspal juga saling membantu sesama dan tak perlu membayar dengan materi mereka ikhlas membantu warga lain yang kesusahan bahkan tanpa diminta. (Red)

Check Also

UNBK SMA DIUNDUR PEMPROV JATIM GUNA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID – 19)