Minggu, 29 Maret 2020, 2:52
Home / JAWA BARAT / PRIHATIN KASUS VIDEO PORNO TASIKMALAYA KEMEN PPPA MINTA BUPATI DIRIKAN GUGUS TUGAS
Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar.

PRIHATIN KASUS VIDEO PORNO TASIKMALAYA KEMEN PPPA MINTA BUPATI DIRIKAN GUGUS TUGAS

WAGATABERITA.COM – TASIKMALAYA. Kembali terjadinya kasus penyebaran video porno yang dilakukan melalui bujuk rayu untuk tujuan seksual secara online (grooming online) yang menimpa salah seorang siswi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat mengundang keprihatinan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang akan terus mengawal dengan melakukan perhatian khusus pendampingan hukum dan psikososial bagi korban.

Berkoordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi Jawa Barat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Tasikmalaya Kemen PPPA pastikan korban mendapatkan pendampingan.

Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA, Nahar menegaskan, “kami tentu merasa prihatin dengan kasus penyebaran video porno yang dilakukan melalui grooming online yang dialami korban. Ini merupakan ancaman serius. Kasus ini membuktikan bahwa pergaulan anak – anak dan remaja harus mendapat perhatian dan pendampingan dari orangtua, apalagi di media sosial. Kemen PPPA akan terus mengawal kasus ini dengan fokus pada penanganan kasus, dengan perhatian khusus pendampingan hukum dan psikososial bagi korban. Dinas PPPA, KPAID, dan P2TP2A setempat juga akan terus mengawal dan memberikan pendampingan,” tegasnya Rabu (18/03/2020).

Kasus yang saat ini ditangani Polres Tasikmalaya sehingga Kemen PPPA akan melakukan koordinasi dengan Dinas PPPA Provinsi Jawa Barat untuk menugaskan psikolog P2TP2A Provinsi Jawa Barat agar dapat memberikan pendampingan kepada korban yang telah melakukan pendampingan selama sepuluh hari yang lalu bersama KPAID, P2TP2A, orangtua, dan guru korban lanjut Nahar.

Dalam hal mencegah banyaknya kasus pornografi Kemen PPPA mendorong Bupati Kabupaten Tasikmalaya untuk membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi karena telah bekerjasama dengan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Pornografi di tingkat pusat dan Provinsi, serta Pemerintah Daerah Tasikmalaya terus melakukan upaya edukasi ke sekolah – sekolah terkait perlindungan anak dari pornografi.

Dalam hal ini Nahar menyerukan para orangtua agar meluangkan waktu berkomunikasi dan mempererat hubungan serta terlibat aktif mengawasi anaknya, “ayo, para orangtua luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak – anak kita. Pahami pergaulan mereka. Kami juga berharap para orangtua tidak gagap teknologi (gaptek) dan bisa mengikuti perkembangan dalam menggunakan media sosial, sehingga kita bisa terlibat aktif dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak,” pesannya. (Red)

Check Also

UNBK SMA DIUNDUR PEMPROV JATIM GUNA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID – 19)