Jumat, 5 Juni 2020, 10:26
Home / NEWS / INI BANTUAN YANG DIBERIKAN PEMPROV JATIM BAGI KORBAN CORONA YANG BELUM TERJANGKAU DARI PUSAT
Program Bantuan Pangan Tunai.

INI BANTUAN YANG DIBERIKAN PEMPROV JATIM BAGI KORBAN CORONA YANG BELUM TERJANGKAU DARI PUSAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono serta beberapa Kepala OPD mengadakan rakor secara virtual bersama Bupati/Walikota se Jawa Timur untuk berkoordinasi terkait penyaluran dana bansos program social safety net yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Jatim untuk mengintervensi warga terdampak covid – 19 yang mulai cair.

Bupati/Walikota diminta menyelesaikan proses data by name by address kepada Kementerian Sosial melalui Pusdatin sebagai dasar pemberian bantuan tunai kemasyarakat terdampak covid – 19 senilai Rp 600 ribu/KPM per bulan selama tiga bulan, “kami mohon sampai dengan pukul 24 : 00 WIB hari ini data tersebut sudah masuk. Termasuk bagi Kabupaten/Kota yang belum memaksimalkan data sesuai kuota, jika masih memungkinkan untuk dapat dimaksimalkan sehingga semua kuota dapat terpenuhi,” katanya.

Selain bansos tunai dari Kemensos, dalam rakor virtual itu juga menyosialiasikan bansos social safety net yang diberikan oleh Pemprov Jatim yaitu bansos suplemen dan pelapisan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kemudian juga program bantuan pangan/tunai melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK), dan bantuan sosial warung sekitar pondok pesantren, sementara yang mulai dinikmati warga Jatim adalah dana pelapisan pada keluarga penerima manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berbasis kelurahan.

Dana yang telah ditransfer ke Rekening KPM berbasis kelurahan melalui pengisian rekening BPNT di bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), “kami sudah salurkan melalui transfer dari Bank Himbara bantuan top up untuk KPM BPNT yang berbasis kelurahan. Mereka warga Jatim yang dapat bantuan BPNT sebesar Rp 200 ribu dalam bentuk sembako, ditambah oleh Pemprov Jatim top up sebesar Rp 100 ribu. Total berjumlah 333.022 keluarga penerima manfaat,” kata Khofifah.

Oleh karena wilayah berbasis kelurahan tidak memiliki tambahan bantuanbrealokasi dana desa Pemprov Jatim merasa perlu untuk menambah pelapisan bantuan sehingga akan mendapatkan tambahan top up sebanyak 333.022 KPM dengan nilai total bantuan mencapai Rp 99,906 miliar dilakukan tiga kali selama tiga bulan, “kalau kita rinci bagi daerah yang kini sedang menerapkan PSBB, untuk Kota Surabaya yang mendapatkan top up dari Pemprov Jatim ada sebanyak 118.758 KPM, yang setara dengan Rp 5,62 miliar,” ungkap Khofifah.

Sementara Sidoarjo menerima top – up sebanyak 6.773 KPM yang setara dengan total nilai Rp 2 miliar serta Kabupaten Gresik menerima bantuan top up sebanyak 3.448 KPM atau Rp 1 miliar, bansos social safety net yang diberikan berupa bantuan keuangan khusus bagi warga yang diberikan melalui kabupaten kota guna menyisir warga yang belum tersisir dan belum mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), BPNT, kartu sembako, bantuan tunai dari Kemensos, program Kartu Prakerja, maupun Bantuan Langsung Tunai dari dana desa.

Jaring Pengaman sosial di Jatim.

“Kami menyiapkan dana bantuan keuangan khusus senilai Rp 549,9 miliar untuk sebanyak 750.000 KPM yang belum mendapat intervensi dari pusat. Mereka akan dibantu Pemprov Jatim berupa bantuan tunai Rp 200 ribu per bulan selama tiga tiga bulan ke depan,” terang Gubernur Khofifah Rabu (06/05/2020).

Gubernur Khofifah merinci untuk wilayah PSBB, Kabupaten Sidoarjo akan mendapatkan bantuan keuangan khusus untuk 65.000 KPM warga terdampak covid – 19 dengan total Rp 39 miliar, Kabupaten Gresik Pemprov Jatim akan memberikan intervensi bantuan keuangan khusus untuk 35.000 KPM dengan nilai Rp 21 miliar dan Kota Surabaya intervensi bantuan keuangan khusus untuk 45.000 KPM dengan nilai Rp 27 miliar dan penerima bantuan keuangan khusus ini Bupati dan Walikota diberi kewenangan menentukan bersumber dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) maupun dari non DTKS.

Maka total bantuan tambahan top up pelapisan BPNT dan bantuan keuangan khusus Kota Surabaya mendapatkan bansos Rp 32.627.900.000 dan Kabupaten Sidoarjo sebanyak Rp 41.519.100.000, dan untuk Kabupaten Gresik mendapatkan bantuan Rp 22.034.400.000, “Ini yang akan kami transfer. Ini tidak hanya untuk area PSBB tapi untuk semua wilayah kabupaten kota di Jatim,” pungkas Khofifah.

Pedagang warung sekitar pondok pesantren juga mendapat bansos yang besarannya bantuan yakni Rp 500 ribu per orang/bulan selama tiga bulan dengan sasaran 600 ponpes dengan masing – masing 20 warung. (Red)

Check Also

TAK ADA YANG KEBAL PADA CORONA GUBERNUR HARAP PASIEN SEMBUH EDUKASI MASYARAKAT AGAR WASPADA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA Peningkatan korban positif Covid – 19 tak