Sabtu, 8 Mei 2021, 18:07
Home / NEWS / DUKACITA MENDALAM KHOFIFAH ATAS GUGURNYA SELURUH PRAJURIT KRI NANGGALA
Gubernur Khofiah saat di Masjid Al - Akbar.

DUKACITA MENDALAM KHOFIFAH ATAS GUGURNYA SELURUH PRAJURIT KRI NANGGALA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Seperti diinformasikan sebelumnya kapal selam KRI Nanggala – 402 telah terjadi hilang kontak pada Rabu (21/04) di perairan utara Bali sekitar pukul 03 : 00 waktu setempat, Senin (26/04/2021).

Setelah dilakukan pencarian akhirnya Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberi pernyataan bahwa berdasarkan hasil citra bawah air secara visual dengan menggunakan kamera diketahui KRI Nanggala terbelah menjadi tiga bagian.

Dalam hal ini Hadi juga menyatakan bahwa 53 awak kapal selam KRI Nanggala – 402 dipastikan gugur di perairan Bali sehingga membuat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa langsung menyampaikan belasungkawa dan duka mendalam atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402.

Duka mendalam bagi Jatim karena 47 prajurit diantaranya merupakan warga Jawa Timur, “atas nama Pemprov Jawa Timur, saya menyampaikan bela sungkawa sedalam – dalamnya kepada seluruh keluarga prajurit Nanggala 402. Jawa Timur sangat merasa kehilangan para putera terbaiknya,” terang Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Khofifah menambahkan, “semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik disisi – Nya, menerima seluruh amal baiknya,  mengampuni seluruh dosa dan khilaf, dan kepada seluruh keluarga prajurit diberikan ketabahan, kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi ujian ini,” katanya.

Melalui akun Instagram pribadi miliknya @khofifah.ip. ucapan dukacita juga diunggah, “selamat berpatroli untuk selamanya Patriot Bangsa. Terima kasih telah menjaga kedaulatan laut Indonesia. Tabah sampai akhir,” tulisnya.

Seluruh prajurit dianggap Khofifah gugur sebagai seorang pahlawan karena meninggal saat sedang menunaikan tugas negara serta mengamankan kedaulatan maritim Indonesia. (Red)

Check Also

BERDUKA ARUMI SAMBANGI ISTRI PRAJURIT KRI NANGGALA BERSAMA ISTRI KSAL

WAGATABERITA.COM – SIDOARJO. Duka mendalam dirasakan pada musibah