WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Hingga saat ini lembaga keuangan syariah di Indonesia masih belum bekembang pesat, padahal gaung dari lembaga keuangan syariah itu, telah dilakukan sejak 30 tahun silam.
Itu dikemukakan Deputy Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjio, saat berbicara pada peluncuran dan bedah buku yang berjudul “Memberdayakan Keuangan Mikro Syariah Indonesia dan Masa Depan Keuangan Syariah Indonesia” di Grand City Ballroom, Surabaya Selasa (07/11/2017) sore.
Dia menambahkan, kondisi ini membuat pihak Bank Indonesia gelisah untuk terus mendorong perkembangan keuangan syariah. Baik melalui perbankan syariah maupun lembaga keuangan syariah non bank seperti koperasi simpan pinjam (KSP) syariah.
Pada kesempatan itu, ia mengimbau kalangan pesantren dan perguruan tinggi yang hadir pada acara itu, untuk memanfaatkan kebijakan pemerintah dalam mendorong percepatan peningkatan keuangan syariah di Indonesia. “Kita tidak boleh kalah dengan negara lain. Indonesia yang mayoritas penduduknya muslim sudah sepantasnya keuangan syariah menjadi lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu Abdul Wahab Hasyim, Pembantu Rektor (PR) II Universitas Khairun Ternate yang dimintai tanggapannya disela – sela peluncuran buku, mengatakan kebijakan itu sudah cukup baik. Hanya saja harus diimplementasikan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
“Ekonomi syariah sudah saatnya berjaya. Namun membangkitkan keuangan syariah selain penguatan dari tingkat kebijakan, juga harus menyentuh pada lapisan masyarakat bawah, terutama dikalangan pesantren dan perguruan tinggi yang berbasis islami.
“Indonesia berpenduduk muslim terbesar, pontensi berkembangnya ekonomi syariah sangat besar,” tandasnya, lalu.menambahkan lembaga – lembaga pengelola keuangan syariah harus lebih proaktif dan bekerja maksimal hingga ke lapis bawah. “Jika itu dilakukan pasti keinginan untuk membesarkan keuangan syariah akan tercapai,” ujar Wahab. (Haludin Ma’waledha)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.