WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Majelis hakim konstitusi telah memutuskan menolak seluruh gugatan sengketa hasil Pemilu Presiden 2019 yang diajukan pasangan calon Presiden – calon wakil Presiden Prabowo – Sandiaga Uno. Menurut Mahkamah, permohonan pemohon tidak beralasan menurut hukum.
Khawatir terjadinya hal yang tak diinginkan pasca keputusan MK gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se – Jabodetabek menggelar acara diskusi kebangsaan dan silaturahmi dengan tema utama “Menolak Kerusuhan Demi Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” di Hotel Arosa kawasan Bintaro Jakarta Selatan, Kamis (27/06/2019).
BEM dari beberapa kampus wilayah Jabodetabek menghimbau publik untuk tidak terpengaruh hoax, provokasi dan melakukan tindakan anarkisme, menyikapi hasil dari sidang putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa Pilpres 2019.
- PUTUSAN MK JOKOWI MARUF PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN LIMA TAHUN KEDEPAN
- PRESIDEN HARAP SEMUA BERSABAR BIARKAN POLRI UNGKAP KASUS KERUSUHAN PEMILU
- POLDA DAN PEMPROV JATIM TERUS KOORDINASI UNTUK PENGAMANAN SIDANG SENGKETA PEMILU
- POSTING INJAK T – SHIRT PASLON DI FB, AKUN G – A AKAN DITINDAK GAKUMDU
- GUGATAN CALON PERSEORANGAN PILKADA KOTA PROBOLINGGO DITOLAK
Mewakili BEM dari beberapa kampus di Jabodetabek, Rahmat Ketua Umum HMI Komisariat Universitas Muhammadiyah mengatakan elemen mahasiswa harus bertekad untuk menjaga persatuan, persaudaraan serta menolak segala bentuk perpecahan bagi bangsa. “Kita harus melahirkan kembali Indonesia yang damai pasca pesta demokrasi,” kata Rahmat seusai acara diskusi.
Hadir sebagai pembicara dari elemen perkumpulan pemuda, pelajar, pengusaha, hingga pemerhati hukum milenial, diantaranya Ginka Febriyanti Ginting, Ketua Gerakan Cinta Indonesia, Riyan Hidayat, Sekjen Perkumpulan Gerakan Kebangsaat, Muhammad Arifin, Presiden Mahasiswa Universitas Juanda Bogor, Sobihin, Pimpinan Lembaga Generasi Muda Indonesia, Richard Achmad, dan Ketua Umum Jakmania 2014 – 2017.
Turut hadir pada acara Gracia Panggabean SH, Pemerhati Hukum Generasi Milenial alumnus Universitas Pancasila dan Fachry Danny Arifin, Chief Marketing Officer perusahaan production house Rumah Kreasi Global.

Ginka yang mewakili pihak penyelengara mengatakan, “Bangsa Indonesia selalu menjunjung tinggi tinggi ke Bhinekaan. Saya berharap kita semua dapat mencintai indahnya perbedaan, dan berdamai dalam kebhinekaan. Sudah bukan saatnya kita terpengaruh hoax, provokasi dan anarkisme. Saatnya kita membangun Indonesia yang unggul.”
Sedangkan Gracia Panggabean mengingatkan Indonesia adalah negara hukum. Karenanya apapun keputusan majelis hakim Mahkamah Konstitusi itu bersifat final dan mengikat, “Final yaitu tidak ada upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap keputusan tersebut, dan mengikat yaitu artinya mengikat yang bersengketa dan masyarakat Indonesia karena ini adalah perkara nasional,” ujar perempuan berparas cantik ini.
Pengusaha milenial Fachry Danny Arifin mengingatkan demo yang berujung kerusuhan dan kematian pada demonstran pada 21 – 22 Mei lalu hanya menyisakan kerugian moril dan materiil, “Kemarin waktu diarea tanah abang, banyak teman saya yang berusaha konveksi, ekspedisi, yang mereka merasakan kerugian sampai bermilyar – milyar. Ada yang sampai hancur tokonya, dicuri dan lain – lain. Itu sangat merugikan jika demo itu akhirnya menimbulkan sebuah kerusuhan,” ujarnya. (Red/*)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.