Rabu, 3 Juni 2026, 14:39
Home / NEWS / BUPATI MUNA KEMBALI KUKUHKAN 921 PEJABAT

BUPATI MUNA KEMBALI KUKUHKAN 921 PEJABAT

WAGATABERITA.COM – RAHA. Bupati Muna, LM. Rusman Emba kembali mengukuhkan pejabat eselon III dan IV untuk seluruh SKPD di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejumlah 921 orang. Itu terdiri dari eselon III b berjumlah 118 orang, eselon III a 442 orang dan terakhir IV b sebanyak 381 orang.

Mantan anggota DPD RI itu mengatakan pengukuhan pejabat ini merupakan perintah konstitusi yang tertuang dalam UU No. 23 Tahun 2014, selanjutnya  diterjemahkan dalam PP No. 18 Tahun 2016.

Rusman juga mengklarifikasi perihal keterlambatan pengukuhan itu. Dia menjelaskan bahwa ada beberapa struktur yang perlu mendapat perhatian lagi, sehingga masalah tersebut dikonsultasikan kepada pemerintah provinsi dan kementerian. Selain itu ada peraturan yang cukup panjang yang implementasinya harus disesuaikan dengan PP No. 18 tahun 2016.

Meski begitu, masa penantian itu, kata dia tak terlalu mengganggu aktifitas abdi negara dalam melaksanakan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Muna. Dia juga menekankan, besarnya suatu pemerintahan di suatu daerah harus ada sebuah sinergitas.

“Teori tentang manajemen, ketika Jepang dibom oleh sekutu ada hubungan timbal balik antara birokrasi dan sistem. Manajemen itu diterapkan dalam perusahaan besar saat ini, seperti Toyota dan sebagainya. Dasarnya adalah disiplin. Walaupun satu orang cerdas tapi tidak bisa berkomunikasi dengan orang – orang,  maka mekanisme  tidak akan berjalan dengam baik,” tandas Rusman Emba, usai mengukuhkan para pejabat eselon di Aula Setda Muna, Jumat (17/2/2017).

Mantan ketua DPRD Sultra itu, juga mengingatkan keberhasilan sebuah sistem adalah produk yang diciptakan. Baginya ungkapan euforia dan sekedar  cerita bukanlah seuatu yang membanggakan. Dirinya tidak bisa menutup mata bahwa daerah tanah kelahirannya itu masih cukup terbelakang. Walau kebesaran itu ada, tapi tetap saja penilaian jatuh ditangan orang lain. Kata dia, nilai itu bukan dari keangkuhan dan keegoisan diri, tapi ada yang menilai. Publik banyak tahu bahwa Muna masih penuh dengan kekurangan.

“Semua segmen penuh kekurangan, sehingga tentu kami tidak bisa berjuang sendiri tanpa bantuan teman – teman semua. Coba kita jawab semua tantangan bahwa kita juga bisa tumbuh dan berkembang,‘’ ujar Rusman.

Ada beberapa fase perkembangan kabupaten Muna. Pertama adalah zaman ketika La Ode Kaimoeddin menjadi pimpinan tanah Muna. Ia menilai kerja Kaimoeddin sangat mengesankan, terutama dalam melaksanakan pembangunan. Kemudian dilanjutkan zaman pemerintahan Maola Daud. Pada masa itu kata dia, pemimpin mampu menterjemahkan cara berpikir tidak produktif menjadi lebih bernilai. Baginya itu cukup berhasil. Lalu masa pimpinan Ridwan BAE. Dia mampu melakukan penambahan luar biasa sehingga Muna tidak dipandang sebelah mata.

Walau minim anggaran dari APBD, namun Rusman tak mau pesimis. Bantuan dari pemerintah provinsi dan APBN sedikit menambah gairah postur anggaran Muna.

“Saya kira teman – teman bekerja secara profesional maka kita jawab secara profesional. Tapi kalau teman – teman bermain secara politik maka saya jawab juga secara politik,” tegasnya.

Baginya seorang pemimpin yang  diamanahkan oleh masyarakat, harus mampu menciptakan hasil karya. Tidak bisa pemimpin hanya berleha – leha. Begitu besar amanah yang dipercayakan, tapi tidak ada hal yang berubah. Oleh karenanya, dirinya berharap sebagai pemerintah, ia mengajak untuk berpikir dalam bingkai kepentingan rakyat karena tanggung jawab ini,  tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat. (Zainal Abidin/Halu)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …