Minggu, 19 April 2026, 5:42
Home / NEWS / BIDAN DESA IKUT BERJUANG MENYELAMATKAN PASIEN GUNAKAN JALUR LAUT

BIDAN DESA IKUT BERJUANG MENYELAMATKAN PASIEN GUNAKAN JALUR LAUT

WAGATABERITA.COM – SITUBONDO. Bekerja sebagai Bidan Desa, penuh tantangan, bahkan harus ikut serta menyelamatkan pasien, meski melalui jalur laut yang menantang maut. Itu dialami Leny Hartono, Bidan Desa Sumberwaru, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).

Dia bersama pasien bernama Suharto, harus menatang maut melewati Selat Madura untuk mengirim pasien ke Puskesmas. Suharto, warga Dusun Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, sakitnya sudah memprihatinkan. Itu sebabnya, Bidan Leny, berusaha membawa pasien itu ke Puskesmas dengan menggunakan transportasi laut. Tak hanya berani melawan maut di laut, tetapi juga harus mengambil pasien di hutan menggunakan tandu bambu. Itu semua dilakukan Bidan Leny dibantu warga setempat, Minggu (26/02/2017)

Meski dalam keadaan sakit, Suharto harus menantang maut dan bertaruh nyawa dengan derasnya ombak laut  dan menghabiskan waktu berjam – jam untuk menempuh daratan. Warga Dusun terpencil itu, tepatnya di kawasan Hutan Baluran, Situbondo mayoritas menggunakan transportasi  laut, jika hendak ke kota kecamatan.

Minimnya fasilitas kesehatan dan akses jalan darat bagi warga Dusun Merak dikarenakan terhambat oleh Taman Nasional Baluran sehingga hampir dipastikan pada musim penghujan, 600 Kepala Keluarga (KK) akan terancam rawan kesehatan.

Melewati gelombang Selat Madura, sudah menjadi hal yang biasa bagi warga dusun tersebut. ‘’Suharto sendiri menempuh perjalanan selama satu jam baru tiba di pantai Sidodadi, Desa Sumberwaru, Kabupaten Situbondo, ‘’tandas Leny Hartono, Bidan Desa Sumberwaru kepada wagataberita.com Minggu (26/02/2017).

Leny, berhasil membawa pasiennya dengan selamat dalam perjalanan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan, kata Leni, saat membawa Suharto, awalnya menggunakan tandu bambu kemudian menyewa perahu nelayan sebesar Rp 300 ribu. Itu untuk mengeluarkan Suharto dari kampung yang terisolir  dari akses jalur darat itu.

Selama dalam perjalanan, kondisi pasien terlihat memprihatinkan karena menderita dehidrasi berat sehingga selama dalam perjalanan, pasien tetap dalam kondisi terinfus. ‘’Pasien ini sudah 10 hari dilaporkan keluarganya tidak mau makan,‘’ ujar Leny, lalu menambahkan itu pula lah yang membuat kadar gulanya drop.

Upaya Bidan Leny mengevakuasi pasiennya untuk mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal, memang cukup melelahkan dan membutuhkan taruhan nyawa. Sebab, Bidan Leny menjemput pasien ke dalam hutan. Dia juga sempat kesulitan menurunkan pasien dari perahu. Meski, dia sudah berteriak – teriak meminta bantuan sama anggota polisi di Polsek Banyuputih dan Satpol Air yang berada di bibir pantai, tidak ada satupun  yang merespon.

Beruntung, ada warga dan nelayan di tempat itu yang sempat mendengar  teriakan sang bidang penyelamat itu sehingga mereka langsung membantu menurunkan pasien dari perahu yang selanjutnya dimasukan ke dalam mobil ambulance dari Puskesmas yang telah besiaga menunggu di pantai.

Haris, putra Suharto mengatakan, untuk menembus ibu kota kecamatan, satu – satunya jalan adalah melewati jalur laut. Sebab jalur darat tidak boleh dilewati karena masuk kawasan Taman Nasional Baluran. ‘’Kami tidak diperbolehkan melewati kawasan hutan,‘’ tandas Haris, lalu menambahkan, terpaksa harus melalui jalur laut. (Agus Susanto/Halu)

Check Also

USAI DIBENTUK INI KEGIATAN PERTAMA PENGURUS PP IWO

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Jajaran Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) yang terbentuk beberapa waktu …